Tangga Vs Roda

Orang bilang hidup itu seperti roda yang berputar, terkadang di atas dan terkadang dibawah. Ada saatnya kita berada dipuncak dan ada saatnya kita berada di bawah. Tidak salah, memang seperti itulah kenyataan yang sering kita lihat dan kita hadapi.Tetapi tidakkah itu terlalu kejam. Kita seolah dipermainkan oleh kehidupan ini dan tidak punya kendali sama sekali atas hidup kita. Kalau pas di atas ya diatas kalau pas dibawah ya dibawah. Hal ini memang menginpirasi kita untuk jangan sombong sewaktu di atas dan jangan putus asa sewaktu berada di bawah. Tetapi tetap saja ada yang mengganjal di hati ini, masih sedikit tidak terima dengan “Hidup seperti roda yang berputar” .

Sekali waktu saat menaiki tangga, aq terengah-engah. Maka pada sela tangga yang datar (biasanya tangga ada kelokan selanya) aq berhenti sesaat, menarik nafas danberistirahat sejenak. Karena terlalu lelah aku begitu malas melanjutkan menaiki anak tangga selanjutnya,bersanadar pada tembok dan memandangi anak tangga selanjutnya. Tiba-tiba saja aku memiliki opini lain tentang hidup. Aku merasa hidup itu seperti menaiki tangga, menjalani proses hidup seperti menaiki anak tangga satu persatu-satu, tahap demi tahap. Sekali waktu bisa menaiki anak tangga langsung dua tingkat, tetapi jika kita memaksa melompati anak tangga terlalu banyak kaki kita bisa cedera. Nah pada saat lelah dan merasa letih kita bisa memilih untuk berdiam diri pada anak tangga tersebut, menaiki anak tangga atau  memutuskan menuruni anak tangga.

Pada tangga biasanya ada tempat datar, aku biasanya menyebutnya sela. nah pada tempat datar itu biasanya aku menarik nafas sejenak dan mengatur kekuatan kembali untuk menaiki tangga tersebut. Dalam hal ini aku implememtasikan bahwa untuk menaiki proses hidup selanjutnya (setelah melewati proses sebelumnya) butuh waktu sejenak untuk mengatur kekuatan.Biasanya jika gedung itu tinggi kita akan memiliki banyak sela juga sebelum menaiki tangga-tangga selanjutnya. Berdasarkan hal ini aku lebih menyukai hidup itu seperti menaiki anak tangga. Bisa aja dalam proses hidup kita kehilangan banyak hal. Bisa orang yang sangat berarti dalam hidup kita, harta benda kita, kehilangan pekerjaan kita, kehilangan kepercayaan dari orang lain dan banyak kehilangan lainnya. Tetapi tidakkah kita meyadari bahwa walaupun kita kehilangan semuanya itu, kalau kita melewati proses dengan benar sebenarnya kita sudah mendapatkan sangat banyak, mungkin lebih dari kehilangan kita. Jika seseorang kehilangan orang yang dikasihinya mungkin kita sedang belajar menjadi seorang yang kuat, sabar dan tetap menjadi teman bagi banyak orang. Jika kita kehilangan harta benda kita juga pasti belajar banyak hal, selain karakter yang semakin dewasa pasti kita juga belajar bagaimana bisa melakukan sesuatu yang bsia menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, bukankah itu sesuatu yang sangat berarti. Seorang pengusaha bisa saja bangkrut, tetapi karena dia sudah ditempa dengan proses selama berbisnis maka semuan ilmunya pasti akan bisa diimplementasikannya untuk bisa bangkit kembali. Jadi berada di posisi yang terpuruk bukan berarti berada pada posisi tidak memiliki apapun, tidak memiliki kekuatan apapaun bahkan bukan berarti kita tidak punya kendali untuk bangkit dari keterpurukan tersebut.

Jika seorang sudah berada pada lantai 4 dan sebelum melanjutkan ke lantai 5, sesorang tersebut berhenti agak lama pada sela bukan berarti dia ada di lantai bawahkan? Dia tetap masih berada di lantai 4 hanya keputusan sendirilah yang memutuskan akan turun, diam saja atau naik tangga lagi. Sesorang bisa saja berada dalam keadaan terendah, dalam kondisi fisik dan jasmani yang terbatas, kehilangan semua hartanya tetapi sikap mental positif yang dimilikinya tidakkah itu modal utama untuk bisa bertahan bahkan naik lebih tinggi lagi.

Tak pernah menyalahkan Hidup seperti roda berputar, aku hanya menuliskan ini untuk diri sendiri. Maka semoga aku bisa belajar agar setiap masalah jangan berlalu begitu saja tanpa ada pembelajaran yang kudapat. Agar pada setiap titik sela-ku (titik stagnan, diamku )aku sudah memiliki modal yang utama yaitu sikap yang benar. Hal ini akan menjagaku agar tidak tutun kebawah. menuruni anak tangga.

Kejarlah apa yang tidak bisa hilang dan dicuri dalam hidup. Karena saat kita kehilangan semua yang bsia dicuri dan hilang dalam hidup ini,kita masih punya harta paling berharga yang tidak bsia dicuri dan diambil oleh siapapun.

Vince..

Advertisements

One Response to “Tangga Vs Roda”

  1. AGUS FEBRIANTO Says:

    INI KEREN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: