Lingkaran Pinokio (baca: lingkaran kebohongan :P )

Kalau kita memiliki hidung pinokio mungkin setiap hari hidung kita akan memanjang ngalah ngalahin menara eifel(lebay J  mode on ). Kebohongan yang kita lakukan mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi psati sangat banyak. Mulai dari membohongi diri sendiri sampai membohongi  orang lain. Sebagian membela diri dengan mengatakan itu bohong putih. Tetapi yang namanya boong ya tetap saja boong. Tak ada istilah bohong itam atau bohong putih J.

Cerita ah..

Suatu sore 6 orang teman berjanji akan pergi keluar bersama. Mereka ingin menonton film bersama-sama. Sewaktu hendak berangkat mereka menjemput salah seornag teman mereka yang ornag tuanya tidak akan mengijinkan anaknya keluar jika tidak tahu siapa teman anaknya pergi keluar. Akhirnya kelima orang anak  itu pergi kerumah salah seorang teman mereka untuk menjemputnya. Sewaktu menjemput teman mereka keluarga  itu sedang bersiap-siap makan malam. Maka secara spontan orang tua anak tersebut menawari ke lima anak-anak itu untuk makan.

Bapak : “ayo makan anak-anak”

Kelima orang anak saling berpandang-pandangan hendak member jawab apa. Ada yang hanya tersenyum mengangguk, ada yang bilang terima kasih pak dan ada yang bilang iya pak.

Bapak : “Sudah makan ?” Tanya bapak anak itu terhadap ke lima anak tersebut.

Mereka kembali berpandangan. Dan entah bagaimana tanpa ada janji dan tanpa ada komando serempak berkata “sudah pak “ (biasanya karena segan jika di ajak makan kita akan mengatakan kita sudah makan.

Bapak : “ooooo , makan berlima  tadi ya sebelum kesini ?”

Sambil berbarengan mereka menggangguk bersama-sama.

Bapak : “Makan dimana tadi ?”

Mereka berpandangan lagi.

Seorang anak menyahut “ di warung dekat rumah saya pak “

Bapak : “ ooo……makan pakai apa? Biasanyakan anak muda suka yang modern  “ si bapak bertanya sambuil tersenyum ingin mengakrabkan diri dengan teman –teman anaknya.

Salah seorang anak “ tidak juga kok pak “ sambil tersenyum “tadi kita makan  nasi uduk “

Si  bapak tertawa dan terdiam berapa saat.

Akhirnya pembiacaraan itu terus berlangsung dan si bapak terus mengajak mereka ngobrol dan mulai mempertanyakan banyak hal tentang makan mereka. Mulai dari harganya berapa , bisa pesan catering juga tidak disana, yang jual orang berapa dan pertanyaan lainnya.

 

Akhirnya salah seornag anak anak tak tahan lagi dan berkata “pak, sebenarnya kami belum makan tetapi segan jika mengatakan kalau kami belum makan. Lagi pula kemungkinan nanti kami akan makan di luar pak” anak itu berkata sambil tersenyum malu-malu.
Sang bapak tertawa terbahak-bahak. “ saya sudah tahu kalian belum makan, karena anak saya bilang dia tidak akan malam di rumah karena sebelum meonton kalian sudah berjanji akan makan malam bersama.

Sang bapak tertawa terbahak-bahak dan menepuk bahu anak-anak tersebut. “mengapa harus bersudah payah menjawab pertanyaan saya dan membebani diri dengan berbohong nak? “ . Kalian hanya tinggal bilang “belum pak, kami akan makan malam diluar”

Mereka tertawa bersama-sama dan menyadari begitu repotnya berbohong meski itu hanya kebohongan yang sangat biasa. J

 

Vince Hutagalung.

 

Ada banyak kisah simple disekitar kita ayo mulai belajar berbagi cerita. JJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: