Libri Di Luca

Image

Judul : Libri Di Luca (Perkumpulan Para Pecinta Buku )

Pengarang : Mikkel Birkegaard
Peberbit : Serambi
Genre : Fiksi
Tebal Buku : 588 Halaman
Rating : 3 dari 5 Bintang (Menurut Saya )

“Membaca adalah kombinasi dari mengenali simbol dan pola, menghubungkannya dengan suara dan mengumpulkannya menjadi suku kata sampai akhirnya kita mampu menginterpretasikan arti sebuah kata. Selain itu, kata itu harus diletakkan sesuai dengan konteks ia ditemukan, untuk menghasilkan arti…”

Kutipan di atas merupakan salah satu kutipan yang cukup menarik perhatianku untuk dikutip.

Buku ini memang mengisahkan tentang buku dan para pecinta buku. Pertama sekali saya membaca sinopsis buku ini, saya membaca  sebuah kalimat “ Di tangan mereka, buku bisa menjadi senjata!”  Pada saat itu saya mengartikan bahwa buku tersebut menjadi senjata karena berisikan ilmu-ilmu pengetahuan yang luar biasa. Saya murni berpikir buku ini adalah buku yang menceritakan tentang buku secara aktual (tanpa efek supranatural ). Setelah saya mulai membaca buku ini ternyata dalam buku ini juga ada efek supranatural. Perlu ditekankan, dalam novel ini bukan hanya buku-buku tertentu yang memiliki kekuatan supranatural,tetapi setiap buku memiliki kekuatannya sendiri(baik itu buku tentang pinokio sekalipun),  terlebih buku yang sudah diisi.Buku-buku ini menjadi begitu hidup saat dipegang oleh para pecinta buku yang berkumpul dalam perkumpulan rahasia. Mereka memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam buku, mempengaruhi orang lain dengan buku yang mereka baca, bahkan merubah kondisi fisik keadaan sekitar mereka sesuai dengan interpretasi mereka dalam buku yang mereka baca secara keras-keras.

Cerita dimulai dengan ditemukannya Luca Campelli meninggal diantara buku-buku yang dicintainya. Sebuah toko buku tua –Libri di Luca-  yang dimilikinya di Kopenhagen. Sepeninggal dirinya , putranya Jon menjadi ahli waris atas toko buku tua yang dimiliki ayahnya. Untuk pertama sekali Jon merasa asing dengan toko buku itu, dan juga ia merasa bahawa ayahnya tidak pernah benar-benar menyayanginya. Bahkan sejak kematian ibunya yang misterius dia hidup terpisah dengan ayahnya. Baginya ayahnya hanya mencintai buku-bukunya dan toko buku tuanya.

Sampai akhirnya Jon menemukan bahwa toko buku ini menyimpan rahasia yang luar biasa , yaitu tempat pertemuan perkumpulan rahasia pencinta buku. Fakta demi fakta dia temukan. Dia menemukan bahwa kemungkinan besar ayahnya dibunuh karena kecintaannya atau karena toko buku tua yang dimilikinya.

Selain itu Jon juga akhirnya menemukan bahwa dirinya adalah seorang Lector dengan kekuatan yang luar biasa. Oh ya, dalam buku ini para pecinta buku terbagi dalam group yang disebut “penerima” dan “pemancar”. Seseorang bisa menggunakan kekutan saat mereka sudah diaktifkan. Seorang pemancar saat dia membaca secara keras-keras orang-orang disekitarnya bisa seolah-olah masuk ke dalam dunia bukuyang dibacanya, bahkan benda mati disekitar bisa ikut berubah sesuai dengan bayangan yang diciptakannya dari buku. Seorang penerima, bisa menerima apa yang dibaca oleh seorang pemancar dalam bentuk bayangan. Disini Jon dibantu oleh Katherina, penjaga toko buku ayahnya, terutama saat dia pertama sekali diaktifkan dan merasa asing dengan kekuatan yang dimilikinya.

Semakin dia masuk ke dalam perkumpulan ini, akhirnya Jon menemukan semakin banyak fakta. Fakta bahwa ada orang yang ingin menghancurkan perkumpulan ini, dan mereka bernama Organisasi bayangan. Dia juga menemukan fakta bahwa ternyata ibunya juga dibunuh oleh anggota organisasi bayangan. Fakta kalau ternyata ayahnya sangat menyayanginya, sehingga ayahnya harus menjaga jarak (bahkan benar-benar tidak bertemu) selama dua puluh tahun agar dia tidak terbunuh sama seperti ibunya.

Jon pada akhirnya, sebagai pewaris berjuang untuk menyelamatkan teman-teman barunya dalam perkumpulan rahasia pencinta buku, menguak kematian ayahnya dan menemukan dirinya sendiri.

Cerita dalam buku ini mengambil setting di Denmark dan Mesir Alexandria. Tetapi untuk deskripsi tempat-tempat ini tidak terlalu diceritakan dan tidak dideskripsikan secara detail.

Mereka Bisa menggoda kita dengan cerita mengagumkan, menjadikan dunia yang ada dalam buku terasa begitu nyata. Namun, mereka juga bisa menjerumuskan kita untuk memikirkan apapun yang mereka inginkan. Ditangan mereka, buku bisa menjadi senjata!

Vince Hutagalung

Done!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: