Keranjang Bolong-Bolong

Selamat Pagiiiiii…

Sebelum menulis tentang keranjang bolong-bolong, saya perlu informasikan bahwa cerita ini bukan orisinil dari buah pikiran saya dan inspirasi saya. Cerita ini cerita yang sudah sangat lama saya baca entah itu dimana dan kapan kejadiannya. Kemarin malam saya teringat dengan cerita ini. Kurang lebihnya mungkin cerita itu seperti ini :

 

Pada suatu hari disuatu tempat (dulu sewaktu SD kalau disuruh mengarang cerita pasti kalimat pembukanya ini yang saya tulis šŸ˜€ ), seorang nenek dan seorang gadis kecil duduk di beranda rumah mereka yang mungil di pedesaan. Mereka bercengkrama dengan manis.Sang gadis kecil bertanya pada si nenek.

“Nek,mengapa saya selalu disuruh membaca Firman Tuhan setiap hari, mendengarkannya dan melakukannya.Saya juga sering dinasehati dengan kata-kata bijak, terutama saat saya sedang melakukan kesalahan atau berbuat onar ?” Tanya gadis kecil itu (Bagaimana jika kita menamakan gadis kecil itu Fiah)

“Kenapa? kamu keberatan melakukannya gadis manis? ”

Gadis itu menggeleng kecil. “Tidak, hanya saja kenapa kita harus repot-repot mendengarkan atau melakukan hal itu, bukankah setelah sebulan..setahun kemudian kita akan melupakan kata-kata baik itu ? Tidakkah itu akan menjadi sia-sia saja?”

Si nenek tersenyum simpul. Tidak memberi jawab apapaun.

“Bagaimana jika kamu ke belakang dan mengambil keranjang berwarna pink? ”

Si gadis memasang wajah heran, tetapi tetap melangkah ke belakang dan mengambil keranjang yang diminta sang nenek.

“Apakah yang ini ?”

“Benar”

“Ok, apa yang harus saya lakukan dengan keranjang yang kotor ini ?” Apakah saya harus mencucinya ?”

“Tidak.Sebaiknya kamu membawakan nenek sekeranjang air dari sungai di belakang rumah kita. ”

Gadis itu memasang wajah yang heran dan bingung. Tetapi tetap saja dia berjalan menuju sungai dan melakukan apa yang diminta sang nenek . Sesampainya di sungai, gadis kecil itu mulai mengambil sekeranjang air penuh. Belum lagi satu meter dia berjalan air dari keranjang itu sudah habis, karena keranjang itu adalah keranjang bolong-bolong. Gadis itu melakukannya berulang-ulang, sampai merasa lelah. Gadis kecil itu terduduk dan mulai berfikir bahwa neneknya mungkin tidak menyadari keranjang ini bolong-bolong, dan tidak mungkin membawakannya sekeranjang air penuh dengan keranjang ini. Gadis itu kembali ke rumah.

“Nenek, sepertinya kamu salah memberikan saya keranjang. Keranjang ini bolong-bolong dan tidak mungkin bagi saya untuk bisa membawakan nenek air dengan keranjang ini.”

Nenek itu tersenyum denagan manis.

“Fiah, coba perhatikan kernajangmu itu!” Tidakkah kamu melihat ada yang berbeda dari keranjang itu? ”

Gadis kecil itu memandang keranjang itu. “Tidak. Keranjang ini tetap sama, berbentuk empat persegi, berwarna pink, dengan pegangan berwarna putih. Oww..tapi tunggu dulu, keranjangnya jadi lebih cerah karena debu-debu dan kotoran tidak melekat lagi pada keranjang ini. Keranjang ini jadi bersih nek.” Gadis kecil itu berseru dengan mata berbinar-binar.

“Benar gadis manis. Keranjang itu sudah tidak kotor lagi. Tanpa kamu mencucinya air sungai telah membuat keranjang kotor itu menjadi bersih. Tak beda dengan Firman Tuhan yang kamu dengarkan setiap hari, ataupun perkataan baik yang kamu dengar setiap hari.Mungkin perkataan-perkataan itu akan terlupakan seiirng berjalannya waktu. Mungkin hanya beberapa yang benar-benar melekeat pada ingatanmu. Tetapi ketahuilah gadis manis, semua perkataan baik itu memelihara hidupmu melewati hari demi hari. Membantumu bertahan pada masalah hari demi hari. Jadi kalau kamu bisa bertahan sampai hari ini pasti karena Firman Tuhan ataupun perkataan baik yang kamu baca, atau diperkatakan orang lain. Hari demi hari jika bisa dilewati akan membentuk kita pada hari depannya, gadis kecil. Tidak ada yang tumbuh begitu saja tanpa ditanam dan dirawat. Jadi jangan pernah berpikir semua perkataan baik itu sia-sia saja ya. Jika kamu sudah setua aku, kamu juga akan semakin mengerti bagaimana Firman Tuhan itu memelihara hidup kita. šŸ™‚

 

So Guys….Tidak ada perkataan baik yang berlalu sia-sia. Lalui masalah sehari demi sehari, jangan melarikan diri. Bertahanlah dalam masalah, sesekali waktu seranglah masalahnya.

Lets Smile every body..dont give up.

 

Vince Hutagalung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: