Mau VS Tak Mampu

Kita sering merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu hal. Hal ini terkadang membuat kita sering bersungut-sungut. Tak jarang kita juga jadi suka menghakimi orang yang memiliki kemampuan lebih dari kita, dan kalau kita tidak jaga hati kita bisa jatuh ke dalam iri dan dengki.

Suatu waktu saya pernah mendengar seseorang berceloteh “ kamu sih sombong, apa yang dikerjakan dan diketaaui langsung dipamerin, pengen dilihat orang sih kamu  “. Orang yang mendengar perkataan tersebut bisa saja menjadi sakit hati.
Mari kita tinjau, seandainyapun itu benar dia ingin dikenal orang, apakah itu salah? Jika itu tidak mengorbankan orang lain, mengambil hak orang lain dan merusak hidupnya atau orang lain kenapa harus mempermasalahkannya? Toh yang dia “pamerkan” adalah kelebihan dirinya sendiri dan bukan membuka aib orang lain.
Mereka yang memang menonjol atau suka menonjol atau memiliki talenta yang luar biasa, kenapa mereka harus menyimpannya? Rendah hati kan tidak harus mengubur semua keahlian kita dan perasaan kita. Justru menurut saya orang sombong itu orang yang tidak melakukan apa-apa, tetapi selalu menghakimi apa yang dikerjakan orang. Aplagi dengan ditambahi dengan perkataan “saya bisa melakukan lebih dari dia, tetapia saya ga pengen menonjolkan diri saja “ . Nah bagi saya ini orang sudah sombong tingkat dewa.

Orang sombong itu, sudah tahu cuma punya satu tealenta, malah menguburnya dan sibuk menilai keburukan orang lain. Sementara orang lain, dengan talenta yang dimilikinya 2 atau 5 mengerjakan bagiannya, sehingga pelipatgandaan terjadi. Dua jadi empat, lima jadi sepeluh. Sedangkan yang punya satu talenta karena mengubur talentanya, sibuk bersungut-sungut dan menilai yang dikerjakan orang lain tak menyadari pada akhirnya talenta satu itupun akhirnya akan diambil dari padanya dan diberikan kepada orang yang bisa bertanggung jawab.

Tuhan tidak mungkin meminta apa yang tidak ada pada kita. Saat kita setia melakukan perkara kecil yang Tuhan percayakan maka perkara besar akan semakin Dia percayakan kepada kita.

 

Jangan sibuk iri hati!! Ga baik buat kesehatan. Perkaranya mau atau tidak itu saja. Kerjakan yang mampu dikerjakan (Secara maksimal loh bukan asal dikerjakan saja), maka kita akan semakin bertumbuh ke arah positif. Belajar dari kesalahan dan kita akan mulai mencapai goal-goal yang dimulai dari hal yang kecil.

Story :

 

Seseorang meiliki sebuah pisang goreng. Tak lama seseorang tersebut dikunjungi oleh tiga orang teamannya.
“Wah lezat sekali pisang goreng kamu”
“Iya, tapi saya sudah tidak punya lagi , jadi maaf ya kalian tidak dapat jatah “ Katanya sambil tertawa.Teman-temannya tertawa dan berkata “Santai saja “

 

Nah mari kita bahas. Kalau kita pikirkan seseorang tersebut punya sebuah pisang goreng. Dia kedatangan tiga orang temannya. Dia merasa tidak mampu memberikan pisang goreng kepada teman-temannya karena dia hanya punya satu.
Tapi bukankah sebuah pisnag goreng tersebut bisa dibagi jadi 4, sehingga masing masing akan mendapatkan pisang goreng walau dengan potongan kecil . Jadi bukan perkara mampu atau tidak tetapi mau atau tidak.

Tapi ingat juga, harus punya hikmat juga ya dalam melakukan sesuatu. Tetapi percayalah setiap sesuatu yang kita lakukan dengan motivasi baik tidak akan berakhir dengan sia-sia.

Ayo mulai melakukan sesuatu, sekecil apapun kemampuan yang kita punya. Semua akan diperhitungkan oleh Tuhan. Berbuah pada musimnya J

 

Semangat!!

Vince Hutagalung

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: