Stasiun Lampegan – Gunung Padang – Curug Cikondang

Jalan-jalan tidak perlu menginap? Ketiga tempat ini bisa dijadikan rekomendasikan untuk menjadi tempat berlibur.

Bisa dilakukan bersama dengan teman-teman atau jika sendirian bisa mencari provider perjalanan dengan budget yang sesuai dengan kantong. Silahkan di chek harga yang disediakan provider apakah harganya masih make sense atau tidak untuk dijadikan pilihan. Coba aja coba lakukan hitung-hitungan kasar jika melakukan perjalanan sendiri.

Saya sewaktu mengunjungi tempat ini, karena sendirian memilih menggunkan provider.

Harganya di bawah 200 ribu , di atas 180 ribu. (Ya silahkan ditebak ya diantaranya J).

Mungkin akan jauh lebih murah jika pergi bareng-bareng (Share cost ) dengan teman ya.

Tapi saya sendirian jadi, memakai provider jauh lebih efektif daripada sendirian.

Mepo dilakukan di Semanggi , Dunkin pukul 05.00. Maka pukul 04.45 saya sudah beredar di jalanan.

Karena masih pagi, perjalanan daat ditempuh dalam 20 menit saja.Jalanan Jakarta masih lenggang.

Area Sekitar Semanggi Pukul 05.15, 31 Jnauari 2015

Area Sekitar Semanggi Pukul 05.15, 31 Jnauari 2015

Sampai di Semanggi saya langsung menemui TL- nya . Karena Elf sudah bisa dinaiki maka saya langsung masuk dan tidur J.Lumayan karena sebelumnya saya kurang tidur.

Pukul 06.00 perjalanan dimulai. Saya tidur sepanjang jalan dan bangun-bangun, saya lihat pemandanagannya sudah indah. Hijau dan segar udaranya. Terrnyata sudah sampai Puncak saudara-saudara. Badan saya juga sudah segar karena saya tidur hampir 3 jam di perjalanan.

Sekitar pukul 10 an , perjalanan sampai di stasiun Lampegan. Foto-foto lalu makan siang.

Jika naik kereta bisa langsung dari stasiun Bogor dan turun di Stasiun Lampegan. Tapi jika ingin beli tiket dari Bogor setidaknya harus sehari sebelumnya  agar tiketnya belum kehabisan.

Situasi di Stasiun Lampegan lumayan asik. Sejuk dan bersih. Untuk suasana stasiun tuanya sebenarnya kurang terlalu terasa lagi, tetapi saat berada di dalam terowongan Lampegan, suasana tuanya mulai terasa dan lebih gimana ggitu. Saya mengambil foto-foto beberapa, (Tidak sempurna fotonya , saya amatir dalam memfoto terutama memoto dalam kegelapan).

Setidaknya ada dokumentasilah. Setelah selesai saya duduk di sekitar stasiun Lampegan dan menikmati suasana yang sejuk.

P1130842P1130856

Stasiun Lampegan Sudah Beroperasi secara normal kembali

Stasiun Lampegan Sudah Beroperasi secara normal kembali

Pukul 10.45 Perjalanan dilanjutkan menuju ke Gunung Padang. Jalanannya lumayan bagus kok. Tidak rusak. Hijau lagi sepanjang perjalananannya. Saya tidak terlalu memperhatikan jam berapa sampai di Gunung Padang. Mungkin karena udaranya sejuk ya. Sesampai di Gunung Padang kita diambut geremis, tetapi tidak hujan.

Untuk naik ke Gunung Padang ada 2 tangga yang bisa dipilih. Jalur tangga alami yang lebih 90 derajat, atau jalur buatan yang lebih landai. Karena ini pengalaman pertama saya memilih jalur tangga alami untuk naik ke Gunung Padang.

Udah Mau Sampai :). Semangat

Udah Mau Sampai :). Semangat

Kemudian saya berkeliling disekitar Gunung Padang. Mencoba membayangkan Raja Siliwangi dan Penghuni istana masa itu. Tapi pastinya bukan membayangkan layaknya arkeolog :). Tetap saja saya kagum bagaimana mereka bisa menyusun itu batu-batu zaman dulu yak. saya paling suka suasana di dekat Pohon :). Suka aja berasa di pelem-pelem klasik.

Salah satu View Di Gunung Padang

Salah satu View Di Gunung Padang

Di atas saya membeli Rujak bebeg. Harganya Rp.5000. Segar dan Enak menurut saya.

Rujak Cingur

Rujak Bebeg

Setelah foto-foto sekitar , saya duduk-duduk menikmati suasana Gunung Padang. Suasana Gunung Padang sedang ramai . Anak-anak sekolah sednag berkunjung untuk belajar sejarah. Bagus ya konsep belajarnya.

Suasana gerimis masih berlangsung. Sekitar pukul 14.30 kita turun dan berencana menuju ke Curug Cikondang. Karena hujan kita terancam tidak bisa ke curug Cikondang . Karena jalanannya licin, masih dari batu kali dan disekitarnya ada jurang takutnya membahayakan jika menuju ke Curug Cikondang. Untungnya setelah TL menelepon penduduk sekitar curug ternyata disana tidak hujan . Sehingga akhirnya kita berhasil menuju ke curug Cikondang. Pukul 16.30 akhirnya kita sampai di sekitar Curug Cikondang. Setelah melihat area persawahan , rumput yang cantik akhirnya terdengar suara air yang menderu kencang sekali. Oww Indonesia ya, kaya.

Rumput nya aja bagus ya.

Rumput nya aja bagus ya.

Dan setelah suara saja yang terdengar dengan gagah, akhirnya terlihatlah si air terjun yang debit airnya sedaang deras-derasnya dikarenakan sedang musim hujan.

Curug Cikondang

Curug Cikondang

P1140069

Tetapi sayangnya di area ini, penduduk melakukann pengolahan emas dengan menggunakan merkuri. Sehingga pencemaran merkurinya ini mengalir ke airnya. jadi jika akan mandi hati-hati juga ya.

Cuma reminder saja, jika ingin tetap mandi silahkan saja.

Mesin Pengolahan Emas.

Mesin Pengolahan Emas.

Akhirnya setelah lelah bermain, pulang deh. Pukul 22.00 WIB sampai di Jakarta.

Mandi dan tidur nyenyak 🙂

Oke, segitu aja ceritanya. Sampai jumpa di lain perjalanan ya.

Vince Hutagalung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: