Sunda Kelapa – Perjalanan Mengenal Jakarta 1.

Saya tidak pernah menyukai sejarah sejak saya sekolah. Sejak namanya masih PSPB.

Mungkin karena guru-guru saya dahulu mengajarkan sejarah seperti hapalalan ya, tidak berupa cerita.

Baca buku sejarah saya juga tidak suka. Jadi saya tidak terlalu suka dengan yang namanya wisata sejarah. Bermain ke museum juga saya tidak terlalu suka. Satu jam saya msih bisa betah, tetapi kalau sudah lebih dari itu biasanya saya sudah mulai agak bosan.

Sewaktu kuliah di Yogyakarta saya bertemu dengan banyak teman-teman dengan berbagai jurusan. Salah satunya adalah teman dengan jurusan sejarah. Saya heran kenapa dia mau masuk sejarah. Tetapi setelah sering ngobrol, wah ternyata mendengar cerita sejarah itu menyenangkan ya temans. Dia menceritakan kisah-kisah dengan enak didengar.
Saya mulai berpikiran lebih terbuka. Ternyata pelajaran sejarah itu sangat luas. Tapi tetap saja , kalau tidak diceritakan saya tetap tidak suka sejarah, tapi kalau diceritakan dan menonton film sejarah yang dikemas apik saya suka :),betah malah.

Sejak tinggal di Jakarta saya tidak terlau paham dengan jalanan Jakarta. Karena itu saya memutuskan untuk mulai mengenal kota yang sekarang saya tinggali. Maka saya mulai mencoba berkeliling. Salah satu tujuan saya adalah Sunda Kelapa. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan tua. Dahulunya merupakan pelabuhan yang besar dan megah.Dahulu pelabuhan ini merupakan pelabuhan kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan yang sekarang Bogor.

Sayang, sekarang pelabuhan ini terlihat biasa. Walaupun demikian saya tetap menikmati jalan-jalan sore saya waktu itu di Palabuhan Sunda Kelapa. Karena saya berjalan-jalan ke tempat ini pada saat lebaran tahun 2014 jalanan cukup sepi. Jadi naik sepeda cukup menyenangkan. Sewa sepedanya sewa dari kota tua :).

Sepeda Orange .

Sepeda Orange .

Untuk berjalan-jalan di Sunda Kelapa , temans juga bisa main ke Kota tua. Di kawasa kota tua ini temans bisa main ke museum wayang, museum Fatahilah, Museum BI atau sekedar hunting-hunting photo.

Di kawasan Sunda kelapa lah juga titik nol km Jakarta berada, yaitu di Museum Bahari.

Kapal - Kapal yang sedang bersandar di Pelbuhan. Kapal -kapal ini  merupakan kapal penmgankut barang, tidak manusia.

Kapal – Kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan. Kapal -kapal ini merupakan kapal pengankut barang, tidak manusia.

Saya menikmati udara sore dan pemandangan di Sunda kelapa sampai agak gelap. Karena ngobrol dengan salah seorang awak kapal juga sih.Bapaknya cerita tentang kehidupan di kapal dan di laut. Rasa senangnya dan juga rasa bosannya.

Setelah mulai malam saya pun pamit. Lampu-lampu kapal mulai hidup, dan lebih menarik perhatian saya.

Maaf , jika foto kurang menggambarkan keaadan aslinya  ya teman. Biasa masih amatir. 🙂

P1110374

Dan sewaktu pulang juga tetiba ada kembang api loh temans.

Kembang Api Di Sunda Kelapa.

Kembang Api Di Sunda Kelapa.

Oh ya, si bapak menawarkan diri untuk ajak jalan-jalan dengan kapal kecilnya.Tapi saya menolak halus haha.

Saya sedikit parno, takut kejungkal dan takut kenapa-kenapa. Teringat cerita anak-anak jermal. Saja jahat ya :(. Ga tau kenapa saja saat itu tetiba parno saja haha. Tapi saya tetap  mengucapkan banyak terima kasih ke bapaknya.

P1110347

Yak Jalan-jalan sore mengenal Jakarta selesai.

P1110341P1110346P1110348P1110349

Selamat bermain teman.

Informasi akses ke Sunda Kelapa :

Naik kereta sampai stasiun Jakarta Kota. Kemudian naik ojek saja ke Sunda kelapa. Atau bisa juga naik sepeda dari kota tua. Tapi kalau lagi rame , agak ribet temanas,tidak santai.

Salam

Vince Hutagalung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: