Muara Gembong – Perjalanan Mengenal Jakarta 3

Nah, kalau ini sebenarnya bukan lagi perjalanan mengenal Jakarta. Tetapi BEKASI.

Muara gembong ini ternyata temans ada di Bekasi ujung jung, bukan di Jakarta. Karena sudah terlanjur datang ya saya melanjutkan perjalanan. Akses ke area ini lumayan sulit jika tidak mempunyai kenderaan pribadi. Sebaiknya untuk datang ketempat ini temans memakai kenderaan pribadi atau setidaknya pergi berkelompok bersama temans.

Tapi jika temans ingin jalan sendiri dan tidak punya kenderaan probadi juga masih bisa kok, jika temans sangat penasaran.

Untuk mencapai Muara Gembong , naik kereta api sampai Manggarai. Kemudian lanjutkan naik kereta ke Bekasi.

Dari bekasi temans ke Pasar babelan. Nah biasanya disini banyak tukang ojek. Coba saja tawar harga ojek ke Babelan.

Pasti lumayan Mahal HA HA HA . Tapi wajar temans, karena Muara Gembong itu cukup jauh, jalanannya rusak dan perjalanannya cukup menguras tenaga.

Memasuki area Muara Gembong, temans akan menjumpai perkampungan nelayan. Suasananya cukup kotor dan kumuh.

Potret negri kita nih temas. Jalan rusak parah, tidak ada akses angkutan umum dan lingkungan sekitarnya terlihat kotor.

Sewaktu saya bermain di rumah penduduk, mereka informasikan ada banyak rumah yang sudah hilang akibat abrasi.

“Mbak lihat, tinag listrik diisana itu ” tunjuk si Bapak.

“Ya pak ” Jawabku

“Nah itu, dulu ada sekitar 15 rumah mbak di area itu. Tapi sekarang cuma terlihat tiang listrik saja. Rumahnya sudah terkena abrasi.

Area Rumah Yang Hilang Terkena Abrasi.

Area Rumah Yang Hilang Terkena Abrasi.

Area Rumah Yang Hilang Terkena Abrasi.

Area Rumah Yang Hilang Terkena Abrasi.

Si bapak menjelaskan banyak rumah yang hilang dikarenakan abrasi. Sebelumnya area ini merupakan area Habitatat lutung jawa. Tapi penduduk yang tidak paham alam, menebang pohon-pohon dan membuat tambak ikan. Lama kelamaan akhirnya area terkena abrasi karena tidak ada lagi pohon penahan air laut.

Daerah pemukiman penduduknya bisa dibilang kurang bersih temans. Suasanana disana panas dan kurang nyaman.

P1110494 P1110526 P1110490 P1110482

Setelah puas berkeliing di area pemukiman penduduk saya pamit pulang, Pulangnya lewat hutan Gedong.Datangnya saya melewati sungai Citarum. Tapi pulangnya tidak.

Nah berita baiknya adalah, sekarang mulai digalakkan penananaman mangrove di area ini.Selain tambak ikan, budidaya mangrove juga sudah digalakkan. Tidak heran jalan pulang saya lebih hijau pemandangannya . Ada banyak hamparan mangrove. Hijau dan segar suasananya.

P1110515 P1110509 P1110475 - Copy - Copy - Copy P1110471 - Copy - Copy (2) P1110469 - Copy - Copy (2)

Saya beristirahat sebentar. Menikmati udara sore Muara Gembong, di tengah budidaya manggrove.Sepanjang perjalan pulang saya, jalanan lumayan hijau. Yah, semoga makin banyak orang baik yang turun tangan untuk menyumbang ataupun merawat mangrove di area ini. Saya sih belum bersumbangsih apa-apa :).

Setelah menikmati Sore di muara gembong saya pun pulang.

Jalannya masih tanah. Kalau hujan akan sulit dilalui.

Jalannya masih tanah. Kalau hujan akan sulit dilalui.

Sampai bekasi saya kelaparan luar biasa. Karena ternyata saya belum makan dari paginya. dan disana tidak ada orang berjualan makanan. Maka saya langsung makan sepuas saya. Kenyang dan akhirnya pulang.

Demikian cerita perjalanan ke Muara Gembong Temans. Kalau mau lihat lutung jawa temans bisa ke Muara Bendera. Tetapi masih lumayan jauh dari Muara Gembong.

Selamat Bermain Temans.

Salam

Vince Hutagalung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: