Paralayang – More than a bird ,more than a plane.

Rasanya bisa terbang di udara itu senang banget. Saya pikir saya bakalan ketakutan luar biasa, mengingat saya takut pada ketinggian 90 derajat. Jika ketinggian landai saya tidak mengalami masalah. Tapi 90 derajat, walaupun cuma 3 meter bisa buat kaki saya gemetar. Tapi sekarang saya jauh lebih baik. Saya beberapa kali memaksa diri naik ke benteng yang tingginya 3 meter dan 90 derajat. Butuh tenaga extra tiap kali saya harus turun. tapi sekarang, walaupun belum pulih total tetapi setidaknya lebih baik dari sebelumnya.

Sampai di Puncak Bogor, nyali saya hampir ciut dan mundur, apalagi melihat ada beberapa orang yang gagal terbang.

Tapi saya sudah bertekat saya harus berhasil melakukannya kali ini.

Maka ketika nama saya dipanggil saya berjalan sok “gagah” mengambil posisi terbang.

Pak Rahmad (nama tandem saya pak Radmad), mulai memasangkan perlengkapan. Sampai akhirnya saya jujur ke bapaknya saya takut. Untung saja bapaknya baik , menenangkan.

Kira-kira seperti inilah percakapan saya dengan pak Rahmad.

“ Pak, saya takut”. Kataku

Pak Rahmad: “ Gpp. Rileks ya.Tenang saja.

Aku : Mengangguk

Pak Rahmad : “Okeh , sekarang kita tunggu anginnya ya”.

Sambil menunggu angin , si bapak berkata:

Pak Rahmad : “Jika saya bilang jalan, jalan.Jika saya bilang lari, lari. Jangan lompat atau duduk.”

Aku : Oke pak.

Dan , akhirnya, oke arah angin oke. Siap terbang, teriak pak Ismed dari samping.

Arah Mata Angin Yang Mulai Berpihak setelah menunggu hampir 10 menit.

Arah Mata Angin Yang Mulai Berpihak setelah menunggu hampir 10 menit.

“Yak Jalan, jalan , jalan,… dan Lari ..teriak Pak rahmad”

Dan……astagah saya sudah melayang di udara. So wonderfulll. One of my best experience in my life.

Fly

Bapak..saya terbang, Teriakku dan pak Rahmad tertawa.

“Pak, kita bisa berputar-putar?. “

Bisa , dan yak….si bapak mulai mengayun parasut.

“Asal arah anginnya bagus bisa neng “ Kata pak Rahmad.

“Neng , lihat burungnya “kata Pak Rahmat.

“Iya pak saya lihat, saya terbang kayak dia .I’m flying without wings.”

Si bapak terbang menghindari si burung, agar parasut tidak menabrak si burung.

Saya jadi seperti raksasa yang menghalangi jalan temans.

P1130237

Dan akhirnya sudah akan mendarat.Saya sedikit agak sedih sewaktu akan mendarat temans. Saya masih pengen di udara. Saya sedikit ragu jika harus terbang kembali apakah saya memiliki keberanian lagi. tapi kalau sudah terbang itu enak enak,  memulainya yang keder.

27 adalah landasan teampat saya mendarat.

27 adalah landasan teampat saya mendarat.

Paralayang terlihat menakutkan ,  tetapi kalau sudah di jalani tidak semenyeramkan yang dibayangkan temans. Tetapi memang untuk memulainya sangat sulit.

Segitu aja ya ceita paralayangnya temans.

Selamat Bermain.

Salam

Vince Hutagalung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: