Harmoni Kehidupan di Baduy Dalam

P1120413

Kata mereka saya cocok jadi orang Baduy :).Di Baduy dalam kita bisa menemukan harmoni antara alam dan manusia.

Di tempat ini kita bisa belajar menghargai kearifan lokal dan tidak semua hal harus dipublikasikan.

Berikut informasi untuk mencapai Baduy dalam.

Biaya termurah :dengan Kereta api Tanah Abang-Rangkasbitung .Dilanjutkan angkot Rangkas-Aweh Aweh-Ciboleger.Untuk rombongan bisa menggunakan Elf yang dicarter Rangkas-Ciboleger, tarif PP sekitar 500 ribuan PP.

Jika  menggunakan kendaraan pribadi dengan rute Jakarta- Tol Tangerang- pintu tol Balaraja Timur belok kiri- Rangkasbitung- Lebak- Aweh- Ciboleger.

Temans akan hiking untuk bisa mencapai Baduy dalam temans. Saya tidak punya dokumenatsi perjalanan apalagi masih dalam area Baduy dalam, karena memang peralatan elektronik tidak diperbolehkan di tempat ini termasuk kamera.

Yang pasti untuk bermain ke Baduy dalam harus jaga fisik juga ya.Karena trackingnya walau tidak ekstrim tetapi cukup menguras tenaga.

P1120382

Siang itu, cuaca cukup panas. Dikarenakan hutannya agak terbuka suasana panas terasa menyengat di badan, apalagi ditambah dengan sedang adanya pembukaan lahan, jadi hutannya baru selesai dibakar.

Akhirnya setelah lebih kurang lebih 1 jam berjalan kita sampai di pemukiman Baduy dalam. Tentu saja, saya tidak punya foto pemukiman baduy dalam dan suasananya karena kamera tidak diperkenankan digunakan di tempat ini.

Temans, lihat jembatan di bawah ini. Jembatan ini adalah jembatan batas terakhir kamera boleh dipergunakan. Begitu lewat dari jembatan ini kamera tidak dipergunakan lagi.

P1120387

Jembatan ini juga punya cerita sendiri buat saya temans.Untuk saya  yang takut ketinggian 90 atau 180 derajat jembatan ini cukup jadi PR buat saya pada saat itu . (Sekarang sih sudah mulai membaik temans, sudah mulai sering saya latih).

Begitu saya lihat ada jembatan dari bambu dan melihat aliran sungai dibawahnya , saya langsung lemes teman. Saya terdiam lama dan membiarkan semua peserta jalan terlebih dahulu. Jembatan ini hanya bisa dilalui oleh maksimal per 3 orang. Karena dalam perjalan kali ini tidak ada orang yang saya kenal maka saya sedikit panik. Karena biasanya jika ada jembatan gantung biasanya saya punya teman yang menemani /mengawal saya berjalan. Karin, Mbak Awe mereka adalah orang yang tau saya tidak kuat berjalan dengan ketinggian seperti itu. Karena saya tidak ingin merepotkan siapapun ataupun terkesan manja, maka setelah semua rombongan jalan maka saya akhirnnya jalan. Saya berjalan pelan-pelan dan berpegang kuat pada pegangan kiri dan kanan jembatan. Mana ada bambu yang terlepas lagi.

Sampai di tengah saya sudah semakin lemas dan hampir duduk di tengah, tapi saya mengingatkan diri tidak melakukannya. Saya terus berjalan pelan walapun kepala saya mulai pusing dan pandangan saya mulai blur.

AKhirnya temans saya sampai di seberang dengan selamat tanpa ngesot dan tanpa “teman”.

Tiba-tiba ada suara nyelutuk di belakang saya ” Selamat, kamu sudah bisa nyebrang ”

Haha, ternyata satu orang tepat di belakang saya menyadari saya takut pada jembatan itu.

Pelan-pelan pobia saya semakin membaik saja, walaupun belum sempurna tapi cukup menunjukkan progres yang baik.

Sesampainya di Baduy dalam kita beristirahat dan duduk duduk santai dengan para baduy dalam.

Suasana disana cukup nyaman  dan bersih.

DI baduy dalam juga tidak boleh pakai sabun, shampo, odol ataupun perlengkapan mandi lainnya.Jadi selama disana mandinya tidak pakai sabun hehe. Mandinya pakai sarung di sungai, untung saja kamera tidak diperkenankan ditempat ini.

Tambahan informasi, disini  juga tidak ada toilet ya temans. proses MCk dilakukan di sungai atau cari lapaklah seperti di gunung :).

Karena itu ditempat ini kita belajar harmoni kehidupan. KIta tidak bisa dengan santainya berpikir peradapan mereka jauh lebih rendah dari  kita hanya karena mereka masih memegang tradisi seperti itu. Karena pada kenyataannya, tetap saja kita yang membawa sampah dan membuang sembarangan saja di sungai mereka. Bahkan tetap ada yang membuang sampah shampoo di sungai mereka. Ya, berarti ada  yang keramas diam-diam ya temans. Mungkin dilakukan pas tengah malam kali ya , pas ga ada yang liat 😛 .

Orang-orang baduy dalam cukup ramah dan sopan. Selama di baduy dalam kita menginap di rumah penduduk baduy dalam. Sebelumnya kita harus melapor ke jaro (kepala desa baduy dalam). Orang-orang baduy dalam cukup mahir berbahasa Indonesia temans. Jadi tidak perlu khwatir dengan kesulitan berkomunikasi.

Aktifitas yang bisa dilakukan di Baduy Dalam :

1. Hiking

2.Mandi -mandi di Sungai sepuasnya.

3. Bercengkrama dengan orang-orang baduy.

4. Beli kerajinan dari para baduy dalam.

Saat ngobrol dengan para baduy dalam ada sedikit  informasi yang saya dapat dari mereka.

  • Penanggalan Baduy Dalam. Untuk bulan dalam Baduy dalam mereka mengenal sebagai beikut :
  1. Bulan Kasa
  2. Bulan Karo
  3. Bulan Katilu
  4. Bulan Sapar
  5. Bulan Kalima
  6. Bulan Kaanem
  7. Bulan Kapitu
  8. Bulan Kadalapan
  9. Bulan Kasalapan
  10. bulan Kasapuluh
  11. Bulan Hapid Lemah
  12. Bulan Hapid Kayu
  • Jika ada yang meninggal , mereka akan menguburkan di sebelah barat dan setelah seminggu meninggal, kburan sudah boleh diratakan kembali dnegan tanah dan ditanami atau tanhanya dioalh seperti biasa. Pantas saya tidak menjumpai kuburan di temoat ini.
  • Pesta pernikahan mereka berlangusng setahun . Ada beberpa tahap (saya lupa detail ceritanya temans  :p)
  • Mereka selalu berpakain hitam dan putih. Kalau Baduy luar ditandai dengan kain birunya.

Setelah capek berbincang-bincang akhirnya kita pun tidur temans.

Keesokan harinya kita siap-siap pulang. Untuk perjalanan pulang ditempuh lebih kurang 4 jam. Ya sedikit naik turun bukit  lah ya. Siapkan energi ya temans, lumayan capek.

Dalam perjalanan pulang setelah sampai di area yang boleh motret saya juga mulai mengambil beberpa foto yang menurut saya menarik.

Dalam perjalan pulang, bapak baduy dalamnya juga memperkenalkan saya pada daun dende ceret. Daun ini bisa menyembuhkan sakit perut. Daunnya diremas di air, kemudian airnya diminum.

Ini si daun dende ceretnya temans.

Daun Dende Ceret.

Daun Dende Ceret.

Karena saat itu musim panas, saya juga melihat banyak cacing-caing yang bergelempangan di jalan. Mati karena kepanasan.

Cacing yang mati karena kepanasan.

Cacing yang mati karena kepanasan.

Kita juga melewati Danau temans. Namanya Danau Dandang Ageng. Katanya sih disitu ada sepasang siluman buaya putih.

Danau Dandang Ageng

Danau Dandang Ageng

Rumah-rumah orang baduy kira-kira seperti ini temans. Foto ini saya ambil di baduy luar.

Tapi antara rumah baduy dalam dan baduy luar tidak jauh berbeda kok temans.

P1120410 P1120411 P1120437

Oh ya, temans juga bisa beli madu hutan disini .

P1120470

Segitu aja ya dulu cerita dari Baduy dalam ya temans.

Info tambahan :

1. Bawa Sleeping bag. Menjelang subuh cuacanya dingin sekali.

2. Bawa senter (headlamp) , karena belum ada penerangan disana.

3. Bawa kain basahan untuk mandi.

4. Permen untuk sikat gigi :p.

5. Jas hujan , jika musim hujan.

Selamat bermain temans.

Salam

Vince Hutagalung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: