Bencana Finansial – Buku Yang Tak Pernah Selesai Saya Baca.

Bencana Finansial

Buku ini saya beli tahun 2009 dan sampai 2015 tidak pernah saya baca Haha. Saya bahkan tidak tertarik membaca buku ini. Jadi kenapa saya beli ? Hfff,, selepas lulus kuliah saya merasa bodoh sekali. Teman-teman saya melahap buku-buku akuntansi , manajemen keuangan, akuntansi biaya dengan tampakanya gampang sekali. Saya tidak. Selepas lulus, mereka semakin mengepakkan sayap dengan update buku , artikel dan berita ekonomi dan keuangan, smentara saya,tetap saja koleksi buku saya yang bertambah di novel. Dan saat melihat teman-teman saya begitu update dan cerdas-cerdas sekali bicara tentang perekomian saya merasa  celingak-celingunk membego , mau jadi apa saya pikir saya. Maka saya “sok” membeli buku ini, biar cerdas juga kayak teman-teman saya. Yang terjadi ? Saya buka 5 halaman mundur 2 halaman, terus seperti itu dan akhirnya buku ini tidak pernah saya buka lagi. Saya mencoba membaca buku ini 2 minggu, tetapi buku ini jangankan separuhnya, seperampat buku saja tidak saya selesaikan dan saya tidak tahu menahu isinya.

Saya berasa semakin bodoh saja saat itu.Yah, mungkin saya salah ambil jurusan ya haha.Saya sukanya fisika dan biologi masuknya ke Akuntansi. Dan semua pelajaran yang saya dapatkan selama di kuliah, ternyata tidak cukup akurat diparaktekkan di dunia kerja. Saya pernah setahun menjadi staf finance di sebuah perusahaan lokal di Medan, dan saya bankan tidak memakai cara-cara sepert waktu kuliah. Banyak hal yang saya mengerti sendiri dengan saya praktekkan dengan cara sendiri.

Akhirnya buku itu tetap terabaikan sampai sekarang. Tetapi saya tidak terintimidasi “bodoh” lagi sekarang. Ada banyak kecerdasan di dunia ini. Ada banyak ilmu juga (pembelaan kali ya 🙂 ) haha. Tapi tidak kok benaran.  Saya akhirnya berhenti fokus pada buku-buku ekonomi itu dan mulai membaca dan melihat yang menarik bagi saya. Saya pernah di tolak Binus dan Prodia saat test terkahir hahaha. Tapi, kemudian tidak membuat saya terintimidasi lagi.

Entah sudah berapa banyak novel saya lahap, dan buku ini tetap saja tidak saya sentuh.

Coba kenapa saya tulis ini ya. Di tengah-tengah deadline lagi.Haha. Bairin lah . Pengen nulis saja.

Ya, saya tidak pernah menyesal mengambil jurusan saya ini. Pendidikan telah membantu saya berpikiran lebih terbuka. Bahwa pendidikan itu luas sekali. Setiap jurusan adalah istimewa dan pendidikan membuat saya bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang berbeda.

Sudah ah, udah mulai ngelantur ini tulisan.

Selamat Melantur temans.
Salam

Vince Hutagalung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: