Gadis Jeruk – Novel Realita Berbungkus Dongeng

IMG_20150720_094318[1]

“We can’t own each other’s past. The question is whether we have a future together.”Salah satu kutipan dalam novel ini.

Novel ini  novel tentang realita yang dibalut seperti dongeng. Sangat realistis. Romantis tentunya  :).George (15 tahun) , mendapatkan surat dari ayahnya yang sudah meninggal 11 tahun yang lalu karena sakit. Dan dari surat itu dimulailah kisah si Gadis Jeruk. Pertama sekali saya pikir  ini dongeng. Ternyata ini bukan dongeng. Bukunya sangat realistis. Kehidupan keluarga yang sangat mungkin terjadi. Tentu saja banyak kutipan-kutipan bagus dalam buku ini. Dan tentu saja saya lupa menandai kutipan-kutipan bagusnya sewaktu saya membaca buku ini . ( 7 tahun yang lalu haha).Jadi sebaiknya temans baca sendiri bukunya ya.

…”Akan tetapi, kupikir aku tahu apa yang dimaksud Ayah. Hidup ini singkat bagi mereka yang benar-benar bisa memahami bahwa suatu hari, seluruh dunia akan tiba pada titik akhir yang penghabisan. Tidak setiap orang mampu memahami itu, Tidak setiap orang punya kemampuan untuk memahami apa arti pergi untuk selama-lamanya. Terlalu banyak hal yang mengalihkan perhatian, jam demi jam, menit demi menit, yang membuat pemahaman semacam itu terlewatkan”…

Saya teringat buku ini  karena saya makan jeruk pagi ini. Saya tidak terlalu suka buah, tapi buah jeruk saya suka dengan warna dan bentuknya, ceria. Jadi buah jeruk seperti buah yang berbahagia haha.

Ini dia si jeruk saya pagi ini.

IMG_20150720_093554[1]

Selamat membaca temans.

Salam

vince Hutagalung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: