Gunung Prahu

P1170923

Nama gunung ini sebenarnya Prahu, tapi orang-orang kebanyakan mengejanya dengan Prau, termasuk saya  :). Maafkan ya. Lebih gampang disebut soalnya.

Sesampainya di kaki gunung Prahu  kita disambut dengan mendung menggantung. Dan benar saja  baru lewat dari  Pos satu hujan deras mengguyur.

Nah tips untuk packing yang baik saat keadaan seperti ini akan sangat membantu. Saya juga tidak mahir-mahir banget dalam packing, tetapi setidaknnya dasar-dasar packing  (ya ampun dasar-dasar packing 😀 ) bisa diterapkan.

Tips ala-ala saya :

  • Jas hujan/ponco /obat-obatan taruhlah di tempat yg gampang terjangkau.
  • Sewaktu packing barang-barang ke dalam carrier,pertama sekali matras dikelilingi di dalam carrier (tapi kalau mau di luar juga tidak apa-apa. Tetapi matras yang dikelilingi di dalam carrier ini saat musim hujan membantu pencegahan barang-barang dalam carrier basah. 🙂
  • Baju/pakaian dalam, atau apapaun yang penting dibungkus plastik dahulu baru masuk ke carrier. Ini untuk mencegah baju-baju dan hal-hal penting basah. Bila perlu sleeping bag juga.
  • Kalau saya lebih suka menaruh sleeping bag di bagian dasar carrier.
  • Jangan lupa untuk memakai cover bag  untuk perlindungan pertama isi carrier tidak basah.

Selain menjaga badan agar tidak basah kuyup saat hujan dengan jas hujan, menjaga barang-barang dalam carrier tetap kering juga penting. Bayangkan kalau sudah basah , baju-baju di carrier juga basah. Bisa-bisa hipoermia karena tidak ada  baju kering sebagai  pengganti.

Penting menjaga jaket , kaos kaki, kupluk, sarung tangan anda tetap kering. Karena itu sangat berguna kalau malam , pagi atau kapanpaun saat kedinginan. Ya detail-detail untuk packing sila pakai insting sendiri saja :P.

Hujan yang mengguyur Prahu cukup deras. Jadilah jalanan pendakian seperti banjir lumpur. Tentu saja membuat perjalanan sedikit melelahkan dan harus lebih hati-hati. Sewaktu naik saya terinjak tanah yang benar-benar licin, dan saya jatuh terglincir ke bawah. Refleks tangan kanan saya yang juga membawa treking pole menahan badan saya agar tidak tergelincir lebih jauh ke bawah.tetapi itu membuat tangan saya terpelintir ke belakang dan tersangkut di  treking pole.Karena sakitnya saya tidak tahan lagi saya  melepaskan tumpuan pada tangan saya dan membiarkan badan saya tergelincir ke bawah. Untung kaki saya tidak kenapa-kenapa. Yang pasti saya penuh lumpur dan pasti tampang saya jelek sekali meringis menahan sakit. Kebetulan ada rombongan yang baru turun dan mereka dengan sigap menolong saya. Mereka segera menarik tangan saya . Memastikan kaki saya tidak kenapa-kenapa dan menarik saya dari lumpur.”ayo mbak, nanti kedinginan kalau di genangan air kayak gini”.

Salah seorang dari  mereka menarik tangan saya yang sakit berusaha mengurangi sakitnya menurunkan carrier dari punggung saya dan mencoba meluruskan tangan saya.

Setelah beberapa lama beristirahat dan memastikan saya sudah bersama dengan teman-teman saya, mereka pamit turun. Setelah sakitnya agak reda, saya membawa carrier saya kembali . Saat seperti inilah pembalut tulang/sendi berguna. Bahu saya dibalut kuat dengan pembalut sendi (entahlah namanya apa :D). dan saya yakin masih bisa membawa carrier saya sendiri. dan untungnya saya masih bisa membawa naik dan pulang carrier saya sendiri. Walau saat malam cukup nyeri tetapi saya merasa tangan saya akan baik-baik saja. dan 2 minggu setelah tangan saya terkilir (hari ini ) tangan saya sudah membaik :).

Sesampainya di atas, setelah tenda berdiri saya  langsung ganti baju. Biar tidak kedinginan . Tetapi sebelum ganti, karena sesampainya di atas hujan mulai berhenti dan melihat pemandangan yang bagus saya mulai pecicilan lagi. Saya langsung heboh lari-larian di puncaknya. Lupa kalau tangan saya  terkilir. Saya merentangkan tangan dan baru sadar tangan saya terkilir dan membuat saya meringis.

Gambar kanan lupa sedang terkilir dan gambar kiri refkles nyengir saat sadar tangan terkilir. Untung ada foto  pas lupa tanganya terkilir 🙂

Setelah lari-larian saya pun ganti baju. Repot kalau sakit karena kedinginan.

IMG-20151108-WA0045

Malamnya untung banyak bintang. Sewaktu tidur paling ada sekitar 15 an tenda, pagi-pagi bangun astagah sudah ada ratusan tenda beridri di punncak Prahu. Kebak.Pagi harinya walaupun masih berkabut tetapi masih terlihat kok pemandangan cantik dari Gunung Prahu.

This slideshow requires JavaScript.

Sayangnya tangan saya sakit, jadi saya tidak bisa  pecicilan sana sini seenak jidat. Pukul 09.00 kita mulai turun .

Kita masih mau main ke Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga warna dan Batu Ratapan Angin sehabis  dari Prahu. Saya tuliskan next time ya.

P1170875P1170932P1170876P1170886P1170909P1170929P1170879

Selamat bermain temans,
Salam

Vince Hutagalung

 

 

 

Advertisements

2 Responses to “Gunung Prahu”

  1. apik yo pemandangane… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: