Gunung Cikuray

P1190777

Jumat malam di minggu ke 4 di  Bulan April, kami berangkat menuju terminal Garut dari  kampung Rambutan. Tentu saja setelah membereskan pekerjaan kantor. Sekitar pukul 3 pagi,kami sampai di stasiun Garut dan cari mobil (pick up tepatnya ) untuk ke Pemancar. Kami naik Cikuray lewat pemancar. Jalannya wuoh. Supirnya yang main tancap gas saja ditambah jalan yang bergerujul dan tikungan yang tajam membuat malam itu tidak  berniat tidur :). Ada beberapa mobil yang harus jalan mundur karena tidak kuat melanjutkan perjalanannya. Jadi teman kesana membawa mobil /kenderaan sendiri pastikan kenderaannya kuat untuk naik dengan jalan yang  lumayan “heboh” ya . Supaya tidak harus jalan mundur seperti team lain yang yang datang ke  Cikuray. Terkesan jahat memang, tetapi saya tertawa malam itu melihat mobil-mobil berjalan mundur. Seperti melihat undur-undur. (Tidak bermaksud mentertawakan, tetapi itu memang lucu).

Pukul 4 lewat kami sampai  di Pemancar. Dingin mulai menusuk tulang. Setelah makan , saya memutuskan membentanngkan matras dan tidur. Lumayan , tidur 1 setengah jam sebelum mulai naik. Sebelum naik , saya disambut  matahari terbit di perkebunan teh.

IMG_20160423_055303

Perjalanan dari pos 1 sampi pos 3 rasanya panjang sekali. Medannya lumayan buat keok. Tetapi menyenangkan :). Pos 1- samapi pos 3 kira-kira memakan waktu sekitar 3 jam an.

Sampai di pos 3 kami beristirahat cukup lama.Sekitar 1 jam lamanya.Setelah itu kami melanjutkan perjalanan . Sampai post 4 hanya memakan waktu kurang dari 1 jam. Dan begitu pun ke pos lima kurang dari 1 jam. Hati saya berbunga-bunga karena saya pikir akan segera sampai. Karena Cikuray ada 7 pos berarti hanya tinggal 2 pos lagi untuk sampai di pucak. Dari pos 5 ke pos 6 , ternyata lumayan panjang, ya sekitar 2 jam lah. Sesampainya di pos 6, tempat untuk nenda sudah penuh. Kami memang tidak ada rencana  ngecamp di pos 6. Kami merencanakan ke pos 7 saja, agar summitnya tidak terlalu jauh. Disini hati saya masih berbunga-bunga, karena tinggal 1 pos lagi menuju pos 7. Horay. Akhirnya setelah 1 jam perjalanan meninggalkan pos 6, tanda-tanda pos 7 belum tampak. Kaki saya sudah enggan diajak kerjasama. Setiap berjalan 5 langkah, saya harus berhenti  daahulu setidaknya 5 detik. Jalannnya konsisten naik. Satu setengah jam dari itu saya masih belum melihat pos 7. jadilah sepanjang perjalan itu saya sesekali membiarkan diri saya tidur . Teman saya tetap jalan pelan-pelan. Lain waktu mereka yang tidur , lain waktu saaya yang tidur :).Sambil tidur-tidur ayam sesekali saya membuang sedikit rasa capek dengan mengambil foto :). Pardon my selfie 🙂

IMG_20160423_100128

Dan setelah melihat ada tulisan pos 7 saya kembali  berbunga-bunga. Tetapi saya tidak mau terlalu berharap seperti di pos 6. Hahaha. Jadi siapin mental, kalau ke puncak masih jauh. dan ternyata o ternyata sekitar 10 menit dari situ saya melihat camping ground. Serasa langkah kaki saya ringan dengan slow motion music yang  aduhai hahaha.

Langsung dah saya tidur. Ganti baju sebentar. Kami sampai sekitar pukul 2 an siang di camping ground. Pukul 5 sore kami naik ke puncak. Cuma 15 menit dari camping ground. Tidak ada sunset karena mendung. Puncaknya di kelilingi oleh kabut. Jadilah saya melihat-lihat awan dan menebak-nebak bentuk awannya. Cukup menyenangkan. 🙂

Setelah turun kita mulai makan malam dan memutuskan tidur secepat mungkin . Karena rasa capek tidur tampaknya akan menyenangkan. Ketika sedang siap-siap tidur, hujanpun turun. Menambah kenikmatan tidur. Diantara akan tidur nyenyak seketika ada suara berisik di luar tenda. Rasanya dekat sekali. Curiga kita buka tenda. jadilah saya berhadap-hadapan dengan babi Hutan sedang mencakar-cakar kerir saya. Kerir saya dan kerir teman saya sudah di bawa gerombolan babi hutan sejauh 5-7 meter dari tenda. Tampaknya mereka ingin membawanya ke sarang mereka.Cover bag saya robek-robek parah dan kerir saya ampun joroknya. Haha. Masih bisa dipakailah membawa perlengkapan saya turun :).

Paginya sekitar pukul 5 lewat 15, kami submit. Hadeh itu puncak ramainya. Tenda-tenda memenuhi puncak.

15 menit di atas kemi kembali ke tenda. Siap-siap makan dan siap-siap bongkar tenda.

Sekitar pukul 9 kami  mulai turun. Dalam perjalanan kami bertemu banyak sekali yang cidera. rata-rata dikarenakan jalan dan akarnya yang licin. Jadi hati-hati ya temans.

Pukul 2 akhirnya sampai di Pemancar. Senangnya :).

Kalian tahu bagaiamana perasaan saya mendaki gunung Cikuray ? Terutama sewakrrtu naik  dari pos 6 ke pos 7. Mungkin bisa diwakili oleh gambar ini  hehe.

P1190827

Dan tips ala-ala saya :

  • Jika nenda di pos 7, sehabis masak gantunglah sampah bahkan alat masak anda , siapa tahu babi hutan dan keluarganya sedang ingin berkunjung ke tenda anda. Masukkan kerir dan barang penting ke dalam tenda .
  • Dalam pendakian, sebaiknya tenda dan logistik dibawa paling depan. Sebisa mungkin di bawa oleh orang yang terkuat dari team anda. Agar sebisa mungkin setelah sampai di camping ground, si pembawa tenda bisa langsung mendirikan tenda dan sekedar memanaskan air, sehingga ketika rombongan yang lain  sampai, mereka bisa segera beristirahat dan menghangatkan diri.Jangan dibawa oleh orang terakhir. Yang paling lemah dari team anda sebisa mungkin didampingi orang kuat dari team anda juga. Intinya adalah tetap saling menjaga satu sama lain.
  • Tetaplah packing dengan baik. Kenalilah kapasitas anda. Jangan membawa barang tidak berguna berlebihan. Karena jika kerir anda terlalu berat maka anda sendiri yang repot.
  • Pelajarilah cara packing. Setidaknya dasar-dasrnya saja. Packinglah barang yang paling berat di dekat punggung. Barang ringan di bagian paling bawah. Obat-obatan ,jas hujan, kupluk dan barang-barang yang dibutuhkan dengan cepat taruhlan di tempat yang paling gampang anda ambil,tanpa harus membongkar kerir.Jika kerir anda bisa diletakkan tanpa disndarkan dan tidak jatuh, berarti anda berhasil packing kerir anda dengan simbang. Tetapi jika anda taruh jatuh , jika  tidak disandarkan berarti packingnya belum seimbang.

Saya juga masih selalu belajar 🙂

Itu saja cerita dari Gunung Ciremai ya.

 

Selamat bermain temans.

Salam

Vince Hutagalung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: