Gunung Latimojong. Ketika Puncak Hanya Milik Kami

IMG_20160815_080421_BURST2[1]

“Akan datang waktunya saya tidak bisa melakukan hal-hal seperti ini lagi. Entah karena faktor umur atau faktor kesehatan, tapi yang pasti  itu bukan hari itu.”

Jumat 12 Agustus , saya memulai perjalanan dari Jakarta.Saya bertemu dengan Mas Berto, dan Pak Sutomo di Soeta.Sekitar pukul 20.15 WIB kita mulai naik pesawat dan sampai di Bandara Hasanunddin sekitar pukul 23.15 WIB atau 00.15 WITA. Kami bertemu  dengan Nana, Mas Ade, Mas Freddy di Hasanuddin.Salah seorang peserta, Pak Wunwun sudah di Baraka setelah sebelumnya melanglang buana ke Toraja dan sekitarnya.

Maka dimulailah perjalanan kami. Mobil yang dicarter dari WG sudah menuggu kami, maka kami segera berangkat. Saya tidak memperhatikan jam keberangkatan kami. Yang saya ingat saya tidur sepanjang jalan walau terkadang kepala saya terantuk-antuk  ke kaca mobil. dan sekitar pukul 6.20 WITA kami sampai di Buttu Kabobong (Gunung Nona). DI tempat ini lah kami beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.Saya memesan teh manis hangat dan indomie telur. Untuk Mie dan teh manis dibandrol Rp.25.000. Setelah kaki sudah mulai enakan dan badan sudah lebih segar akhirnya kami segera beranjak untuk menuju Baraka.

IMG_20160813_063637[1]

Pukul 7.30 WITA sampai di basecamp KPA Lembayung Baraka.Kami disambut dengan kopi , teh , Jalangkote dan beberapa kue-kue lainnya. Dan Pak Wunwun, segera menawarkan kami Depa Te’tekan. Dengan perut lapar rasanya enak sekali.Kami bercengkrama sejenak, ngobrol ngalor ngidul sambil beristirahat.

Jelang siang, kita mulai siap-siap untuk bernagkat ke Karangan, ke titik awal pendakian. Reloading barang-barang. Pukul 11.30 WITA kita meninggalkan KPA lembayung.

Pukul 14.40 WITA kita sampai  di titik awal pendakian. Spontan mata saya jalang memandangi sekitar. Maka saya sibuk mengira-ngira yang mana Gunung Latimojong tersebut.Saya tanyakan pada Arif , porter lokal yang menemani kami. “Yang itu puncaknya ? ” tanya saya ” Bukan ” Jawabnya. Saya tunjuk lagi yang  lain ” yang itu? ” dijawabnya ” Bukan “.

Heh ? Kalau yang  itu, yang itu, yang itu bukan lalu yang mana. Dan dengan santainya Arif menjelaskan kalau gunungnya belum terlihat dari sini. Gunungnya ada di balik bukit-bukit itu . Astagah pemirsah. Dan kalian tau ? Kalau puncak  gunung ini baru terlihat setekah 15 menit akan mencapai puncak. Haha jad isiap-siaplah berharap setiap gundukan dianggap puncak :D. Ini dia penampakan puncaknya, yang baru kelihatan setelah 15 menit akan mencapai puncak . Entahlah bagaimana saya senangnya melihatnya. Setelah bergantungan di akar-akar pohon pada medan yang  hampir 90 derajat, melewati tanjakan 60 derajat sampai 80 derajat, kedinginan dan hampir hipo  akhirnya saya melihat penampakan si puncak.Saya senang sekali.Ngomong-ngomong soal Hipo, ini kali pertama saya hampir hipo. Ini terjadi ketika menuju pos 7 dari pos 6. Pos 7 ini memang sudah dekat ke puncak. Ya , sekitar 30-60 menit lah ke puncaknya. Tergantung kecepatan kaki masing-masing.

Foto  di bawah ini lah , foto puncak Latimojong yang terlihat 15 menit setelah akan sampai puncak.

P1210637

Ketika kami sampai di  titik pendakian, gerimis dengan segera menyambut kami. Tetapi tak lama berhenti dan kami segera membuka jas hujan kami. Perjalanan dari titik awal ke pos 1 , teman-teman akan melewati kebun kopi. Jalan naik turun. Perjalanan dari titik pendakian ke pos 1 sekitar 1 jam  dengan kecepatan kaki saya.Kecepatan kaki saya sedang-sedang saja.Kalau sudah lelah sekali maka akan sangat lambat sekali :). Di pos 1 kita tidak beristirahat, kita langsung lanjutkan perjalanan. Suasana sehabis hujan dan lembab mulai terasa..

Menuju pos 2, kita mulai masuk  hutan. Hutannya tertutup, bahkan cnderung lembab. Perjalanan menuju pos 2 , siapkan kaki untuk “mengkangkang” untuk melompati pohon-pohon yang tumbang. Menurut saya , medan menuju pos 2 ini, tidak bisa dianggap remeh. Teman-teman juga harus hati-hati, karena langsung melipir ke jurang dan tanahnya tidak terlalu keras menurut saya. Pastikan sebelum bertumpu pada akar, temans memastikan akarnya  cukup kuat menahan badan teman. Saya tidak terpikir untuk mengambil foto dari trek ini haha. Saya fokus jalan, jadi tidak terpikir mengambil foto (Saya memang bukan perekam kejadian sejati tampaknya ). Foto di bawah ini adalah persimpangan jalan menuju puncak Rante Mario atau Nenemori. Ke kanan menuju Nenemori dan ke kiri menuju Rante Mario.Ini masih perjalanan menuju pos 2 dari pos 1.

img_20160813_170914

Sekitar pukul 18.30 WITA kami sampai di pos 2. Jadi dari pos 1 ke pos 2 sekitar 1 jam 45 menit, ya sekitar 2 jam. Pos 2 ditandai dengan air terjun yang terdengar bergemuruh dan juga bebatuan yang menyerupai Gua. Kami berkemah di Pos 2, karena perjalanan dari  pos 2 dan menuju pos 3 cukup berbahaya jika dilakukan dalam keadaan gelap. Sedangkan dari pos 1 ke 2 saja sudah lumayan berbahaya, bagiamana dengan medan 2 ke 3 . Yang pasti , siapkan diri, baik mental maupun fisik.Kami bertenda disamping air terjun, bisa dibilang di tepi jurang haha. Tapi masih dalam batas aman. Ini suasana pos 2 latimojong. Bebatuan ini cukup membantu menghadang angin. Sehingga malam tidak terlalu dingin.

Paginya, kami bergerak meninggalkan pos 2 menuju pos 3 . Perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 sekitar 30-45 menit. Tapi jangan main-main dengan medan menuju pos 2 dan pos 3 ini.Tanjakannya  60-80 derajat. Salah-salah anda mengelundung. Apalagi dengan kerir di punggung. So, watch your walk.Sangat baik jika teman membawa webbing, tali untuk berjaga-jaga.Berikut ini secuil foto yang bisa saya ambil

Untuk perjalanan dari pos 3 ke post 4 memakan waktu sekitar 1 jam. Dalam perjalanan pos 3 ke 4, ada trek dengan kemiringan 90 derajat dan teman harus bergantung sepenuhnya  pada akar.Untung saja akarnya  cukup ajeg. Sehingga akar-akar itu sangat membantu. Kalau tidak ya siap-siap terguling ke jurang. Walaupun jurangnya tidak langsung tebing atau kawah, tetapi tetap saja menyeramkan menurut saya. Saya tidak mengambil foto perjalanan dari pos 3 ke 4. Di pos 4 ini ada pohon kalpataru, tetapi tidak tahu yang mana pohonnya. Seorang porter team, menemukan sebuah kalpataru (yang berwarna coklat di atas telapak tangan di gambar bawah). Keras buahnya, bagus untuk mainan tas. Tetapi kan dilarang mengambil apapaun kecuali foto, jadi saya tinggal saja ya  kalpatarunya.

Gerimis sudah turun disini. Perjalanan dari pos 4 ke pos 5 memakan waktu  sekitar 2 jam perjalanan. Pos  5 ini cukup luas. Di pos 5 ini ada sumber air. Nah, jika akan melanjutkan perjalanan ke pos 6, hati-hati ya teman. Tiga orang teman kami membelok ke arah sumber air. Jangan ikuti sumber air. Teman-teman kami menyadari mereka salah ambil jalur setelah jalannya mentok, sekitar 30 menit setelah berjalan. Jadi mereka harus kembali lagi. Saya sama sekali tidak mengambil gambar dalama perjalanan pos 5 ke 6. Saya sudah mulai kelelahan. Badan saya mulai dingin, sehingga saya takut beristirahat. Saya takut menggigil karena diam, jadi akhirnya saya terus bergerak menuju pos 6. Aslinya mah udah capek luar biasa. Tetapi saya takut hipo.

Dari pos 6 menuju pos 7, anda akan disuguhi dengan hutan lumut yang luas. Seperti di Narnia.Cantik.Sayang hujan dan kelelahan membuat saya benar-benar tidak fokus. Saya sudah menggigil dan saya khawatir saya akan hipo di tempat ini. Saya mencoba memakan coklat sambil jalan, menelan madu. Saya berjalan sendiri dari pos 6 ke 7 ini. Teman saya dua orang di depan, sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi saya terlalu lemah untuk mengeluarkan suara. Jadi saya hanya jalan naik dengan lambat -lambat sekali. Dua orang lagi ada di belakang, tetapi jika saya beristirahat dan menunggu yang dibelakang saya ,saya pasti kedinginan dan menggigil parah. Jadi saya paksa jalan. Ada kisah dalam perjalanan pos 7 ini. Dalam keadaan tidak fokus, saya melihat ada jalan di kanan. Saya bergerak ke arah jalan itu. Tetapi saya melihat burung hitam , seperti jalak lompat-lompat ke kiri. Karena pengalaman saya  di dua  gunung lain, yang setiap ragu akan jalan selalu bertemu burung hitam seperti ini, maka saya coba ikutin burung itu. Dan ternyata jalannya benar. Dia lompat-lompat naik , dan saya  ikutin. Kemudian dia terbang dari dahan ke dahan setelah saya  yakin dengan jalan saya. Aneh bukan. Tetapi saya percaya Tuhan memang selalu punya cara. Setelah berjalan sekitar 3 jam dari pos 6 akhirnya saya sampai di pos 7. Saya langsung berganti baju dan menghangatkan diri. Malamnya saya seperti akan demam, maka  saya menegak obat dan tidur, setelah makan tentunya.

Berikut sekelumit foto  dari pos 6 ke pos 7 yang saya ambil sewaktu perjalanan turun.

Malam di pos 7, sekitar 9 derajat. Angin kencang membuat suasana bertamah dingin. Kalau tidak hujan, mungkin suhu udaranya bisa lebih dingin lagi. Katanya sih bisa membekukan minyak. Paginya kami baru bergerak pada pukul 7.30 WIT kami kelelahan dan tidak mengejar sunrise. Dan tampaknya  sunrise juga enggan muncul pagi itu.

View pagi pos 7.

Perjalanan dari  pos  7 ke puncak memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan.Treknya lumayan landai. Dan hanya kami rombongan yang mucak pagi itu. Bahagianya.Berarti puncak  adalah milik kami haha. Kami bebas kemanapun bergerak di puncak.

Dan akhirnya puncakkkkkkkkkkk :0. Cuma kami loh haha.

Puas main di puncak turun deh. Kita harus mengejar perjalanan pulang agar di pos 3 ke 2 tidak kemalaman. Karena medannya cukup mebahayakan jika jalan dalam keadaan gelap.

Tips ala-ala saya :

  • Pakai sepatu yang nyaman. Medannya berat jangan pakai sendal.
  • Bawalah jaket wind/water proof.
  • Packing dengan baik, sehingga baju ganti tidak basah jika hujan.
  • Bawa tali atau webbing
  • Prepare waktu terburuk anda. Kami di gunung 2 malam 3 hari. Untuk berjaga-jaga terjadi sesuatu baiknya prepare waktu 3 malam 3 hari.
  • Bawalah logistik yang memadai dan cukup untuk  team anda.

Itu aja ya teman, cerita saya. Sampai   ketemu lain waktu ya.

Selamat bermain temans,

Salam

Vince Hutagalung

Advertisements

One Response to “Gunung Latimojong. Ketika Puncak Hanya Milik Kami”

  1. […] say something « Gunung Latimojong. Ketika Puncak Hanya Milik Kami […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: