Gunung Parang

img_7946

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, parang1/pa·rang/ n pisau besar (lebih besar daripada pisau biasa, tetapi lebih pendek daripada pedang). Kenapa coba saya sampai buka KBBI ? saya pun tak paham . *sambil gigit kentang goreng.

Dalam benak saya ya Parang itu alat untuk bacok,nah kalau gunung ini saya kurang tau kenapa dinamakan Gunung Parang. Pokoknya namanya Gunung Parang, terletak di Purwakarta.Setelah sekian lama selalu gagal mencoba viaferrata gunung ini, akhirnya saya berhasil juga naik. Tanggal 4 Feb.

Pagi itu disambut hujan, saya sih agak deg-deg ser juga ya kalau pas naik hujan. Pasti capeknya ga terkira.Dari Jakarta berangkat sekitar pukul 06.00. Hujan menemani.

Sampai di Purwakarta sekitar pukul 09 an. Cuaca mendung berangin. Basecamp skywalker masih sepi,suasananya enak sekali. Sayang saya tidak memfoto, saya hanya ambil videonya. Berhubung saya lupa akun youtube saya apa, video tidak saya upload ya. Maafkan pemirsah, saya bloger yang sedikit malas tampaknya .Sedikitt ? Yah, anggap aja sedikit ya. Pokonya suasana cozy deh, asik. Nah berikut ini adalah sebagian peralatan yang digunakan. Jangan kuatir semua perlengkapan yang digunakan di skywalker memenuhi standar keamanan. Helmya tidak ada yang  helm untuk sepedaan , tetapi memang helm untuk aktivitas seperti ini. Jadi lebih aman ya.

20170204_103926

Sewaktu kami mulai pakai perlengkapan gerimis pun turun. Hadeh resiko basah nih. Tetapi untung saja ternyata dari naik sampai turun hujan tidak turun.

Sewaktu melihat gunung ini saya keder . Nyali saya ciut, saya tidak yakin saya bisa sampai atas. Saat ini viaferrata skywalker ada di 300 m. Kemungkinan akan terus ditambah ketinggiannya. Saya paling sampai 20-30 m saja pikir saya Fiuh, saya ketar-ketir.

Untngnya saya berhasil naik dan turun. Tidak berhenti di 20 m.

20170204_101339

Setelah briefing singkat dan berdoa kamipun mulai naik. Langkah pertama terasa sangat berat. Langkah demi langkah, karabiner demi karabiner dan tampaknya saya belum mau menyerah di 20 m. Saya naik terus, dan tampaknya saya mulai menikmati. Walau terkadang ketar-ketir, apalagi kalau udah jalan menyamping. Setiap lihat ke bawah rasanya ngilu. Setelah benar-benar beradaptasi dengan ketinggian dan peralatan, akhirnya saya berani juga sekedar beristirahat duduk ditangga di ketinggian yang entah diketinggian berapa.

Angin bertiup kencang sekali, saya pikir saya bisa melayang rasanya. Tetapi ya tidak , saya kan bukan bulu ayam. Jadi masih aman-aman saja. Akhirnya bisa mulai tertawa-tawa sepanjang jalan. Tidak muka tegang lagi. Tetapi ya tetap saja masih ada ketar-ketirnya, apalagi sewaktu perjalanan turun.

img_7830

Dua karabiner ini akan menjadi sesuatu yang sangat penting. Penting untuk mengkaitkan satu persatu karabiner. Jangan pernah melepaskan langsung dua-duanya, lepas satu kaitkan dan kemudian karabiner satunya.

Setelah sampai di 300 m, rasanya senang banget. Di atas ada area camping juga loh. Angin bertiup kencang sekali.

Saya tampaknya tertidur beberapa saat seewaktu di atas. Capek dan udara yang sejuk membuat tidur terasa sangat enak.1486192795090

Perjalanan turunpun dimulai. Jika naik cukup menantang, maka turun terasa lebih menantang. Lebih berhati-hati tentunya. Sesulit-sesulitnya naik, turun tentu lebih sulit. Untunglah semua bisa dilewati tanpa ada cidera. Ya, biru-biru dan lecet-lecet dikit wajarlah ya.

O ya, sewaktu 100 m akan turun, kita turun berbeda degan  jalur naik. Nah 100 m ini, benar-benar jalan di tebing. O my, benar-benar pakai tali.Sepeti repling, tetapi bukan repling. Jadi kaki benar-benar menapak di tebingnya. Saya sempat kehilangan keseimbangan, untuk refleks saya langusng menghentak-hentakkan kaki saya, sampai tubuh saya stabil lagi. So far aman kok, yang tarik tali profesioanal kok.

Sampai di bawah, masih ga percaya saya sudah berhasil naik dan turun viaferrata Gunung Parang. Saya berhasil mengalahkan ketakutan saya sendiri.

Jika teman-teman mau kesana, silahkan kontak  @skywalker_viaferrata ya.

Sampai di bawah makanan menyambut. Haduh nikmatnya.

 

20170204_181238

Tips ala-ala saya :

  • Gunakan pakain yang nyaman. Baik baju, celana dan sepatu.
  • Bawalah tas kecil. Bila perlu waterproof. Siapa tau kehujanan di sewaktu memanjat. Karena menggunakan jas hujan akan membuat gerak tidak fleksibel. Jagan khawatir ,di basecamp ada tempat penitipan barang.
  • Bawa air minum sekitar 3 liter. Soalnyas pasti haus, jangan lupa cemilan untuk energi.
  • Siapkan keberanian 50 % karena seiiring langkah keberanian bisa bertambah dengan sendirinya. Tapi kalau fisik siapkan penuh ya . Butuh energi yang cukup besar untuk naik dan turun. Mental juga jangan lupa disiapkan.
  • Jangan nyampah dan enjoy the climbing.

Itu saja cerita dari Gunung Parang ya Temans.

 

Selamat Bermain.

Salam

Vince Hutagalung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: