Archive for the Gado-Gado Category

Gunung Parang

Posted in Gado-Gado on February 19, 2017 by gudangekspresi

img_7946

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, parang1/pa·rang/ n pisau besar (lebih besar daripada pisau biasa, tetapi lebih pendek daripada pedang). Kenapa coba saya sampai buka KBBI ? saya pun tak paham . *sambil gigit kentang goreng.

Dalam benak saya ya Parang itu alat untuk bacok,nah kalau gunung ini saya kurang tau kenapa dinamakan Gunung Parang. Pokoknya namanya Gunung Parang, terletak di Purwakarta.Setelah sekian lama selalu gagal mencoba viaferrata gunung ini, akhirnya saya berhasil juga naik. Tanggal 4 Feb.

Pagi itu disambut hujan, saya sih agak deg-deg ser juga ya kalau pas naik hujan. Pasti capeknya ga terkira.Dari Jakarta berangkat sekitar pukul 06.00. Hujan menemani.

Sampai di Purwakarta sekitar pukul 09 an. Cuaca mendung berangin. Basecamp skywalker masih sepi,suasananya enak sekali. Sayang saya tidak memfoto, saya hanya ambil videonya. Berhubung saya lupa akun youtube saya apa, video tidak saya upload ya. Maafkan pemirsah, saya bloger yang sedikit malas tampaknya .Sedikitt ? Yah, anggap aja sedikit ya. Pokonya suasana cozy deh, asik. Nah berikut ini adalah sebagian peralatan yang digunakan. Jangan kuatir semua perlengkapan yang digunakan di skywalker memenuhi standar keamanan. Helmya tidak ada yang  helm untuk sepedaan , tetapi memang helm untuk aktivitas seperti ini. Jadi lebih aman ya.

20170204_103926

Sewaktu kami mulai pakai perlengkapan gerimis pun turun. Hadeh resiko basah nih. Tetapi untung saja ternyata dari naik sampai turun hujan tidak turun.

Sewaktu melihat gunung ini saya keder . Nyali saya ciut, saya tidak yakin saya bisa sampai atas. Saat ini viaferrata skywalker ada di 300 m. Kemungkinan akan terus ditambah ketinggiannya. Saya paling sampai 20-30 m saja pikir saya Fiuh, saya ketar-ketir.

Untngnya saya berhasil naik dan turun. Tidak berhenti di 20 m.

20170204_101339

Setelah briefing singkat dan berdoa kamipun mulai naik. Langkah pertama terasa sangat berat. Langkah demi langkah, karabiner demi karabiner dan tampaknya saya belum mau menyerah di 20 m. Saya naik terus, dan tampaknya saya mulai menikmati. Walau terkadang ketar-ketir, apalagi kalau udah jalan menyamping. Setiap lihat ke bawah rasanya ngilu. Setelah benar-benar beradaptasi dengan ketinggian dan peralatan, akhirnya saya berani juga sekedar beristirahat duduk ditangga di ketinggian yang entah diketinggian berapa.

Angin bertiup kencang sekali, saya pikir saya bisa melayang rasanya. Tetapi ya tidak , saya kan bukan bulu ayam. Jadi masih aman-aman saja. Akhirnya bisa mulai tertawa-tawa sepanjang jalan. Tidak muka tegang lagi. Tetapi ya tetap saja masih ada ketar-ketirnya, apalagi sewaktu perjalanan turun.

img_7830

Dua karabiner ini akan menjadi sesuatu yang sangat penting. Penting untuk mengkaitkan satu persatu karabiner. Jangan pernah melepaskan langsung dua-duanya, lepas satu kaitkan dan kemudian karabiner satunya.

Setelah sampai di 300 m, rasanya senang banget. Di atas ada area camping juga loh. Angin bertiup kencang sekali.

Saya tampaknya tertidur beberapa saat seewaktu di atas. Capek dan udara yang sejuk membuat tidur terasa sangat enak.1486192795090

Perjalanan turunpun dimulai. Jika naik cukup menantang, maka turun terasa lebih menantang. Lebih berhati-hati tentunya. Sesulit-sesulitnya naik, turun tentu lebih sulit. Untunglah semua bisa dilewati tanpa ada cidera. Ya, biru-biru dan lecet-lecet dikit wajarlah ya.

O ya, sewaktu 100 m akan turun, kita turun berbeda degan  jalur naik. Nah 100 m ini, benar-benar jalan di tebing. O my, benar-benar pakai tali.Sepeti repling, tetapi bukan repling. Jadi kaki benar-benar menapak di tebingnya. Saya sempat kehilangan keseimbangan, untuk refleks saya langusng menghentak-hentakkan kaki saya, sampai tubuh saya stabil lagi. So far aman kok, yang tarik tali profesioanal kok.

Sampai di bawah, masih ga percaya saya sudah berhasil naik dan turun viaferrata Gunung Parang. Saya berhasil mengalahkan ketakutan saya sendiri.

Jika teman-teman mau kesana, silahkan kontak  @skywalker_viaferrata ya.

Sampai di bawah makanan menyambut. Haduh nikmatnya.

 

20170204_181238

Tips ala-ala saya :

  • Gunakan pakain yang nyaman. Baik baju, celana dan sepatu.
  • Bawalah tas kecil. Bila perlu waterproof. Siapa tau kehujanan di sewaktu memanjat. Karena menggunakan jas hujan akan membuat gerak tidak fleksibel. Jagan khawatir ,di basecamp ada tempat penitipan barang.
  • Bawa air minum sekitar 3 liter. Soalnyas pasti haus, jangan lupa cemilan untuk energi.
  • Siapkan keberanian 50 % karena seiiring langkah keberanian bisa bertambah dengan sendirinya. Tapi kalau fisik siapkan penuh ya . Butuh energi yang cukup besar untuk naik dan turun. Mental juga jangan lupa disiapkan.
  • Jangan nyampah dan enjoy the climbing.

Itu saja cerita dari Gunung Parang ya Temans.

 

Selamat Bermain.

Salam

Vince Hutagalung

BANDUNG

Posted in Gado-Gado on December 22, 2016 by gudangekspresi

Tempat pertama yang saya jalani sewaktu sampai di Jakarta adalah Bandung. Tiga bulan di Jakarta, saya mencoba jalan-jalan ke Bandung. Karena saya  bukan anak Bandung banget, tempat-tenpat yang  saya datangi tempat-tempat umum yang  mugkin sudah sering di dengar dan di  datangi  orang-orang. Just in case ada yang belum berikut sekelumit tempat yang  bisa teman-teman kunjungi  di  Bandung. Dan mungkin beberapa tempat sudah berbeda munngkin ya, mengingat saya mengunjungi  sudah cukup lama.

Bandung Selatan. Tempat-tempat di  Bandung Selatan cukup oke loh untuk didatangi.Di Bandung Selatan ada Ciwidey, Rancaupa, Dan Rancabali.

JIka berkenan silahkan kunjungi  tulisan sederhana saya sebelumnya ya.Sewaktu itu  saya  punya spare waktu lebih akhirnya saya main ke floating marke deh.

Bandung Selatan

Nah, bagaimana ? bisa membantu liburan microadventure teman-teman?

Selain tempat-tempat itu tempat yang bisa didatangi lainnya ada di area Padalarang.

Tempat yang bisa didatangi di Padalarang adalah Stone Garden dan Gua Pawon. Sekarang di stone garden bisa tidur di ketinggian loh hammock – an . Siapa tahu teman-teman mau coba .

Silahkan kunjungi tulisan saya  sebelumnya  ya untuk sekedar melihat-lihat. Stone Garden dan Gua Pawon.

Di Bandung barat ada juga Curug Cimahi (Silahkan klik linknya ). Di dekat Curug Cimahi ada Dusun Bambu teman-teman. Bisa diajdikan untuk liburan keluarga. Saya belum pernah menuliskan dusun bambu nih ternyata . Maafkan ya, saya tidak banyak dokumentasi ternyata sewaktu di  dusun bambu. Saya lupa nyimpan filenya dimana. Unntuk yang hobi selfie-selfie banyak kok spot unutk selfie.

Di dekat Dusun Bambu ada rumah strowberry.Ga dekat-dekat banget sih, sekitar 45 menit lah hahaha. Sewaktu saya kesana strwaberrnya  tidak berbuah. Untuk yang  hobyy berpetualang ekstrim, tempat ini  bukan tempat recomended. Tetapi untk yang sekedar ingin bersantai silahkan ya.

Berangkat dari Rumah Strobwerry ada apa lagi  ya.Oh ya  di Lembang ada Farm House. Kalau lagi weekend Farm House itu  rame sekali, tetapi kalau  weekday bisa cukup santai  , karena tidak terlalu padat merayap.Tiket masuknnya Rp 20.000 dan bisa ditukarkan dengan susu atau dipakai potongam diskon di restoran Backyard Kitchen.

Mau main yang agak bukit-bukitan tetapi  tidak terlalu  capek? Mainlah ke Bukit Moko. Disana ada Bukit Bintang, Bukit Moko dan Hutan Pinus.

p1220033p1220043p1220045p1220073

Itu saja dulu  cerita dari Bandung ya. Selamat ber microadventure semuanya .

 

Selamat Bermain temans.

Salam

Vince Hutagalung

Gunung Ciremai

Posted in Gado-Gado on December 21, 2016 by gudangekspresi

Kalian pernah dengar cerita nini pelet di Radio ? saya dulu setiap sore, pasti nempel dengan radio untuk mendengarkan ceritanya.Dan dalam cerita Nini pelet ini disebutlah gunung ciremai sebagai gunung yang angker,dan banyak disebutkan di cerita itu. Cerita dari radio tersebut membuat saya suka berimajinasi sendiri.Dan sampai akhirnya dari masa kecil di  Sumatera sana , saya akhirnya menginjakkan kaki di  Gunung Ciremai.

p1210458

Kapan ya  saya kesini, kalau tidak salah di bulan Juli.Sehabis lebaran. Perjalanan dimulai dari Kampungrambutan. Kami naik dari Palutungan, jalurnya cukup panjang. Kami mulai bergerak naik sekitar pukul 5. 30 Pagi. Dari base camp ke pos 1 itu  cukup panjang loh, bisa  memakan waktu sampai 2 jam. Sampai di pos 1 kami beristirahat sekitar 10 menitan dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Untuk jalur pendakian lewat palutungan rutenya seperti ini  :

Cigowong

Kuta

Pangguyangan Badak

Arban

Tanjukan Asoy

Pasanggrahan

Sang Hyang Ropoh

Simpang Apuy

Gua Walet

Puncak

Rencananya kami camping di Gua Walet agar dekat ke Puncak, tetapi apa daya energi yang tersisa hanya cukup untuk nge-camp di Tanjakan Asoy. Jadi  kami nge-camp di Tanjakan Asoy.Kami sampai di tanjakan Asoy sekitar pukul 15.00 . Ditambah dengan salah seorang peserta cedera. Setelah tenda berdiri kami langsung tidur, mengistirahatkan badan.Keesokan harinya , pukul 02.00 dini hari kami bergerak untuk summit.

p1210540

Karena summitnya tidak membawa beban keril, perjalanan lebih terasa ringan. :). Pukul 5.30 sampai dipuncak bersamaan dengan matahari  muncul, Cantik   sekali.Saya duduk -duduk di  puncak menikmati sunrise dan suasana pagi di puncak. Berkeliling sekitar setengah jam kemudian kami duduk -duduk menikmati puncak. Sewaktu akan turun,jangan salah ambil jalan ya sewkatu di simpang Apuy.Jangang sampai ambil jalur yang salah. Kalau naik dari  palutungan, jangan turun lewat apuy dan sebaliknya . 🙂

Saya bingung, mau tulis apalagi dikarenakan terlalu lama saya anggurin nih blog. Jadi sampai hampir lupa menuliskan cerita di Ciremai. :). Lagi sedang tidak mood menulis beberapa minggu ini.

Tips mendaki Ciremai :

  • Siapkan fisik dan mental. Medannya cukup berat.
  • Siapkan logistik dan air minum yang cukup. Bahkan di musin penghujan gua walet bisa kering sumber airnya.
  • Pakai sepatu.
  • Packing dengan benar.
  • Baiknya prepare perkengkapan P3K dengan baik. Akan lebih baik membawa support engkle , lutut sebagai jaga-jaga jika keselo.

Selamat bermain temans. Itu saja cerita dari Ciremai ya. Maaf sangat minim informatif, karena saya terlalu lama tidak menuliskan cerita ciremai.

 

Selamat Bermain
Salam

Vince Hutagalung

 

 

Cilacap dan Kebumen

Posted in Gado-Gado on September 22, 2016 by gudangekspresi

P1210163.JPG

Ketika  membuka-buka file saya melihat file foto ini. Dan tampaknya saya belum pernah menuliskan tentang Cilacap dan Kebumen. Saya ke Cilacap dan Kebumen ini sekitar bulan Juli. Jika berkenan silahkan singgah ke cerita di Kebumen saya sebelumnya ya.

Kebumen Part 1Kebumen Part 2Kebumen Part 2 .

Seperti biasa berangkatnya jumat malam, naik kereta malam.Pertama sekali tempat yang saya singgahi adalah Cilacap. Jalan-jalan kali ini,saya  tidak ada niat khusus. Hanya pengen jalan-jalan saja. Saya tidak mengejar tempat khusus ataupun ingin melakukan aktivitas tertentu. Jadi saya cukup santai.

Pagi setelah sampai di stasiun kroya, saya ke Cilacap. Tepatnya ke Benteng Pendem. Saya tidak masuk ke dalam. Hanya melihat suasana di luar dan kemudian berjalan-jalan ke pantainya.

Sambil menikmari suasana pantai saya sarapan,dengan lontong (arem-arem ) dan segelas teh manis,dan tak lupa ngemil mendoan. Saya sangat suka dengan mendoan.

Setelah kenyang, saya mau main ke pantai di nusa kambangan di sebrang benteng pendem.Suasana pagi itu cukup terik, sontak membuat sinus saya yang sedang sakit berdenyut-denyut. Untung saja setelah menyebarang dan mulai treking ke pantai yang saya tidak tahu nama pantainay tersebut , hutannya mulai menutup. Jadi terasa sejuk, sehingga denyut di sinus saya berkurang . Untuk ke  pantai nya kita berjalan sekitar 2 jam.

Setelah mendekati pantai , suara ombak mendebur-debur. Maka saya berjalan lebih cepat karena ingin segera melihat pantai.

Setelah puas bermain -main di pantai akhirnya kembali dan menuju ke kebumen.

Di kebumen, saya hanya main ke sekitar bukit hut, kemudian makan dan santai-santai saja.Malamnya saya kembali ke Jakarta.

Itu saja cerita dari Kebumen dan Cilacap kali ini ya temans.

Selamat bermain

Salam

Vince Hutagalung

 

TORAJA dan Londa

Posted in Gado-Gado on September 17, 2016 by gudangekspresi

p1210706

Sehabis dari Gunung Latimojong, kami masih ada sisa satu hari lagi. Maka kami manfaatkan waktu kami satu hari tersebut dengan berjalan-jalan ke Toraja.Padahal kaki dan badan udah remuk rasanya.

Tempat pertama yang  kami datangi adalah kete’kesu. DI tempat ini teman bisa melihat kuburan di tebing batu/gua.Tengkorak-tengkorak manusia tersebar di tempat ini . Entahlah keluargan yang meniggal masih ada atau tidak.

Suasasan sore itu rintik-rintik. Biaya masuk ke tempat ini adalah Rp. 10.000.

Setelah berjalan sekitar 2 menitan ke dalam , teman-teman akan melihat sekumpulan rumah adat Toraja yang disebut Tongkonan.Di Tongkonan temans akan melihat ada tanduk  kerbau digantung di depan rumah. Informasinya banyaknnya tanduk kerbau menggambarkan sudah berapa banyak pesta kematian yang sudah dilakukan oleh keluarga ini. Sewaktu saya kelilingi  rumahnya, disamping rumah mereka juga ada rahang kerbau tergantung.

Berjalan lebih ke dalam lagi, temans akan melewati toko-toko souvenir atau kerajinan. Mugkin temans ingin singgah untuk membeli beberapa barang.

Setelah melewati toko-toko temans akan mulai masuk ke area kuburan tebing / guanya.

Setelah berkeliling di area kuburan kete’kesu kami meninggalkan tempat ini dan mulai  bergerak ke Londa. Londa ini juga daerah pekuburan temans. Di Londa ini diburkan keluarga Topang Rappa dan Tolengke. Maka kami  mulai masuk ke dalam guanya.

Kabarnya juga ada kisah romeo dan juliet disini. Pasangan ini tidak diijinkan menikah karena masih ada hubungan saudara, sehingga mereka bunh diri. Namanya adalah Lobok dan Andui. Kepastian benar atau tidak ceritanya saya kurang tau. Saya hanya  mengutip informasi dari guidenya. Mereka mati meninggal gantung diri. Ini kuburan mereka

p1210800

Kami mengelilingi semua area kuburan gua ini dan melihat sangat banyak peti mati dan tengkorak mansia. Semakin putih warna tengkorak itu, menandakan bawahwa tengkorak itut sudah cukup lama jadi tengkorak.

Puas berkeliling kami keluar dari area gua. Di luar gua juga banyak peti mati temans baik yang lama maupun yang baru.

O ya  tiket masuknya juga 10 ribu. Di sana kami jumpai sapi harga milyaran. Sapi Teding Bonga. Sapi  yang warnanya belang. Siapa tau teman mau beli 🙂

Itu saja cerita dari Toraja dan Londa ya temans.Sampai jumpa di cerita lainnya.

p1210811

 

Selamat bermain temans,

 

Salam

Vince Hutagalung

Gunung Latimojong. Ketika Puncak Hanya Milik Kami

Posted in Gado-Gado on September 10, 2016 by gudangekspresi

IMG_20160815_080421_BURST2[1]

“Akan datang waktunya saya tidak bisa melakukan hal-hal seperti ini lagi. Entah karena faktor umur atau faktor kesehatan, tapi yang pasti  itu bukan hari itu.”

Jumat 12 Agustus , saya memulai perjalanan dari Jakarta.Saya bertemu dengan Mas Berto, dan Pak Sutomo di Soeta.Sekitar pukul 20.15 WIB kita mulai naik pesawat dan sampai di Bandara Hasanunddin sekitar pukul 23.15 WIB atau 00.15 WITA. Kami bertemu  dengan Nana, Mas Ade, Mas Freddy di Hasanuddin.Salah seorang peserta, Pak Wunwun sudah di Baraka setelah sebelumnya melanglang buana ke Toraja dan sekitarnya.

Maka dimulailah perjalanan kami. Mobil yang dicarter dari WG sudah menuggu kami, maka kami segera berangkat. Saya tidak memperhatikan jam keberangkatan kami. Yang saya ingat saya tidur sepanjang jalan walau terkadang kepala saya terantuk-antuk  ke kaca mobil. dan sekitar pukul 6.20 WITA kami sampai di Buttu Kabobong (Gunung Nona). DI tempat ini lah kami beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.Saya memesan teh manis hangat dan indomie telur. Untuk Mie dan teh manis dibandrol Rp.25.000. Setelah kaki sudah mulai enakan dan badan sudah lebih segar akhirnya kami segera beranjak untuk menuju Baraka.

IMG_20160813_063637[1]

Pukul 7.30 WITA sampai di basecamp KPA Lembayung Baraka.Kami disambut dengan kopi , teh , Jalangkote dan beberapa kue-kue lainnya. Dan Pak Wunwun, segera menawarkan kami Depa Te’tekan. Dengan perut lapar rasanya enak sekali.Kami bercengkrama sejenak, ngobrol ngalor ngidul sambil beristirahat.

Jelang siang, kita mulai siap-siap untuk bernagkat ke Karangan, ke titik awal pendakian. Reloading barang-barang. Pukul 11.30 WITA kita meninggalkan KPA lembayung.

Pukul 14.40 WITA kita sampai  di titik awal pendakian. Spontan mata saya jalang memandangi sekitar. Maka saya sibuk mengira-ngira yang mana Gunung Latimojong tersebut.Saya tanyakan pada Arif , porter lokal yang menemani kami. “Yang itu puncaknya ? ” tanya saya ” Bukan ” Jawabnya. Saya tunjuk lagi yang  lain ” yang itu? ” dijawabnya ” Bukan “.

Heh ? Kalau yang  itu, yang itu, yang itu bukan lalu yang mana. Dan dengan santainya Arif menjelaskan kalau gunungnya belum terlihat dari sini. Gunungnya ada di balik bukit-bukit itu . Astagah pemirsah. Dan kalian tau ? Kalau puncak  gunung ini baru terlihat setekah 15 menit akan mencapai puncak. Haha jad isiap-siaplah berharap setiap gundukan dianggap puncak :D. Ini dia penampakan puncaknya, yang baru kelihatan setelah 15 menit akan mencapai puncak . Entahlah bagaimana saya senangnya melihatnya. Setelah bergantungan di akar-akar pohon pada medan yang  hampir 90 derajat, melewati tanjakan 60 derajat sampai 80 derajat, kedinginan dan hampir hipo  akhirnya saya melihat penampakan si puncak.Saya senang sekali.Ngomong-ngomong soal Hipo, ini kali pertama saya hampir hipo. Ini terjadi ketika menuju pos 7 dari pos 6. Pos 7 ini memang sudah dekat ke puncak. Ya , sekitar 30-60 menit lah ke puncaknya. Tergantung kecepatan kaki masing-masing.

Foto  di bawah ini lah , foto puncak Latimojong yang terlihat 15 menit setelah akan sampai puncak.

P1210637

Ketika kami sampai di  titik pendakian, gerimis dengan segera menyambut kami. Tetapi tak lama berhenti dan kami segera membuka jas hujan kami. Perjalanan dari titik awal ke pos 1 , teman-teman akan melewati kebun kopi. Jalan naik turun. Perjalanan dari titik pendakian ke pos 1 sekitar 1 jam  dengan kecepatan kaki saya.Kecepatan kaki saya sedang-sedang saja.Kalau sudah lelah sekali maka akan sangat lambat sekali :). Di pos 1 kita tidak beristirahat, kita langsung lanjutkan perjalanan. Suasana sehabis hujan dan lembab mulai terasa..

Menuju pos 2, kita mulai masuk  hutan. Hutannya tertutup, bahkan cnderung lembab. Perjalanan menuju pos 2 , siapkan kaki untuk “mengkangkang” untuk melompati pohon-pohon yang tumbang. Menurut saya , medan menuju pos 2 ini, tidak bisa dianggap remeh. Teman-teman juga harus hati-hati, karena langsung melipir ke jurang dan tanahnya tidak terlalu keras menurut saya. Pastikan sebelum bertumpu pada akar, temans memastikan akarnya  cukup kuat menahan badan teman. Saya tidak terpikir untuk mengambil foto dari trek ini haha. Saya fokus jalan, jadi tidak terpikir mengambil foto (Saya memang bukan perekam kejadian sejati tampaknya ). Foto di bawah ini adalah persimpangan jalan menuju puncak Rante Mario atau Nenemori. Ke kanan menuju Nenemori dan ke kiri menuju Rante Mario.Ini masih perjalanan menuju pos 2 dari pos 1.

img_20160813_170914

Sekitar pukul 18.30 WITA kami sampai di pos 2. Jadi dari pos 1 ke pos 2 sekitar 1 jam 45 menit, ya sekitar 2 jam. Pos 2 ditandai dengan air terjun yang terdengar bergemuruh dan juga bebatuan yang menyerupai Gua. Kami berkemah di Pos 2, karena perjalanan dari  pos 2 dan menuju pos 3 cukup berbahaya jika dilakukan dalam keadaan gelap. Sedangkan dari pos 1 ke 2 saja sudah lumayan berbahaya, bagiamana dengan medan 2 ke 3 . Yang pasti , siapkan diri, baik mental maupun fisik.Kami bertenda disamping air terjun, bisa dibilang di tepi jurang haha. Tapi masih dalam batas aman. Ini suasana pos 2 latimojong. Bebatuan ini cukup membantu menghadang angin. Sehingga malam tidak terlalu dingin.

Paginya, kami bergerak meninggalkan pos 2 menuju pos 3 . Perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 sekitar 30-45 menit. Tapi jangan main-main dengan medan menuju pos 2 dan pos 3 ini.Tanjakannya  60-80 derajat. Salah-salah anda mengelundung. Apalagi dengan kerir di punggung. So, watch your walk.Sangat baik jika teman membawa webbing, tali untuk berjaga-jaga.Berikut ini secuil foto yang bisa saya ambil

Untuk perjalanan dari pos 3 ke post 4 memakan waktu sekitar 1 jam. Dalam perjalanan pos 3 ke 4, ada trek dengan kemiringan 90 derajat dan teman harus bergantung sepenuhnya  pada akar.Untung saja akarnya  cukup ajeg. Sehingga akar-akar itu sangat membantu. Kalau tidak ya siap-siap terguling ke jurang. Walaupun jurangnya tidak langsung tebing atau kawah, tetapi tetap saja menyeramkan menurut saya. Saya tidak mengambil foto perjalanan dari pos 3 ke 4. Di pos 4 ini ada pohon kalpataru, tetapi tidak tahu yang mana pohonnya. Seorang porter team, menemukan sebuah kalpataru (yang berwarna coklat di atas telapak tangan di gambar bawah). Keras buahnya, bagus untuk mainan tas. Tetapi kan dilarang mengambil apapaun kecuali foto, jadi saya tinggal saja ya  kalpatarunya.

Gerimis sudah turun disini. Perjalanan dari pos 4 ke pos 5 memakan waktu  sekitar 2 jam perjalanan. Pos  5 ini cukup luas. Di pos 5 ini ada sumber air. Nah, jika akan melanjutkan perjalanan ke pos 6, hati-hati ya teman. Tiga orang teman kami membelok ke arah sumber air. Jangan ikuti sumber air. Teman-teman kami menyadari mereka salah ambil jalur setelah jalannya mentok, sekitar 30 menit setelah berjalan. Jadi mereka harus kembali lagi. Saya sama sekali tidak mengambil gambar dalama perjalanan pos 5 ke 6. Saya sudah mulai kelelahan. Badan saya mulai dingin, sehingga saya takut beristirahat. Saya takut menggigil karena diam, jadi akhirnya saya terus bergerak menuju pos 6. Aslinya mah udah capek luar biasa. Tetapi saya takut hipo.

Dari pos 6 menuju pos 7, anda akan disuguhi dengan hutan lumut yang luas. Seperti di Narnia.Cantik.Sayang hujan dan kelelahan membuat saya benar-benar tidak fokus. Saya sudah menggigil dan saya khawatir saya akan hipo di tempat ini. Saya mencoba memakan coklat sambil jalan, menelan madu. Saya berjalan sendiri dari pos 6 ke 7 ini. Teman saya dua orang di depan, sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi saya terlalu lemah untuk mengeluarkan suara. Jadi saya hanya jalan naik dengan lambat -lambat sekali. Dua orang lagi ada di belakang, tetapi jika saya beristirahat dan menunggu yang dibelakang saya ,saya pasti kedinginan dan menggigil parah. Jadi saya paksa jalan. Ada kisah dalam perjalanan pos 7 ini. Dalam keadaan tidak fokus, saya melihat ada jalan di kanan. Saya bergerak ke arah jalan itu. Tetapi saya melihat burung hitam , seperti jalak lompat-lompat ke kiri. Karena pengalaman saya  di dua  gunung lain, yang setiap ragu akan jalan selalu bertemu burung hitam seperti ini, maka saya coba ikutin burung itu. Dan ternyata jalannya benar. Dia lompat-lompat naik , dan saya  ikutin. Kemudian dia terbang dari dahan ke dahan setelah saya  yakin dengan jalan saya. Aneh bukan. Tetapi saya percaya Tuhan memang selalu punya cara. Setelah berjalan sekitar 3 jam dari pos 6 akhirnya saya sampai di pos 7. Saya langsung berganti baju dan menghangatkan diri. Malamnya saya seperti akan demam, maka  saya menegak obat dan tidur, setelah makan tentunya.

Berikut sekelumit foto  dari pos 6 ke pos 7 yang saya ambil sewaktu perjalanan turun.

Malam di pos 7, sekitar 9 derajat. Angin kencang membuat suasana bertamah dingin. Kalau tidak hujan, mungkin suhu udaranya bisa lebih dingin lagi. Katanya sih bisa membekukan minyak. Paginya kami baru bergerak pada pukul 7.30 WIT kami kelelahan dan tidak mengejar sunrise. Dan tampaknya  sunrise juga enggan muncul pagi itu.

View pagi pos 7.

Perjalanan dari  pos  7 ke puncak memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan.Treknya lumayan landai. Dan hanya kami rombongan yang mucak pagi itu. Bahagianya.Berarti puncak  adalah milik kami haha. Kami bebas kemanapun bergerak di puncak.

Dan akhirnya puncakkkkkkkkkkk :0. Cuma kami loh haha.

Puas main di puncak turun deh. Kita harus mengejar perjalanan pulang agar di pos 3 ke 2 tidak kemalaman. Karena medannya cukup mebahayakan jika jalan dalam keadaan gelap.

Tips ala-ala saya :

  • Pakai sepatu yang nyaman. Medannya berat jangan pakai sendal.
  • Bawalah jaket wind/water proof.
  • Packing dengan baik, sehingga baju ganti tidak basah jika hujan.
  • Bawa tali atau webbing
  • Prepare waktu terburuk anda. Kami di gunung 2 malam 3 hari. Untuk berjaga-jaga terjadi sesuatu baiknya prepare waktu 3 malam 3 hari.
  • Bawalah logistik yang memadai dan cukup untuk  team anda.

Itu aja ya teman, cerita saya. Sampai   ketemu lain waktu ya.

Selamat bermain temans,

Salam

Vince Hutagalung

Gunung Papandayan

Posted in Gado-Gado on July 16, 2016 by gudangekspresi

P1210316

Rencananya saya bukan ke Papandayan di minggu terakhir menjelang puasa. Rencananya ke Merbabu. Karena satu dua hal dan 3 hal, akhirnya saya tidak bisa ke Papandayan. Dua teman saya dalam kelompok yang berbeda ke Merbabu dan saya tidak bisa ikut, sedikit sedih.Tetapi, mungkin itu cara Tuhan menjaga kesehatan saya juga hahaha. Akhirnya, karena gagal ke Merbabu saya googling saja open trip ke Papandayan. Saya memutuskan mengikuti open trip saja, karena teman-teman saya sudah punya agenda masing-masing. Akhirnya saya memutuskan ke Papadandayan.Saya sudah terbiasa pergi sendiri tanpa teman yang saya kenal dalam kelompok, jadi saya  tidak terlalu kikuk lagi  saat ada di teman-teman yang tidak saya kenal.

Jumat,2 Juni 2016 pukul 23.00 semua peserta berkumpul di Kampung rambutan dan mulai bergerak dari rambutan sekitar pukul 12 an malam. Saya  tidur sepanjang jalan, karena saya sangat kurang tidur sebelumnya. Saya sama sekali tidak terbangun-bangun.saat terbangun tau-tau sudah sampai di Garut. Akhirnya sekitar pukul 07.00 Pagi, Sabtu kami sampai di basecamp Papandayan. repacking dan siap deh naik-naik santai. Pendakian ini cukup santai menurut saya.Baiklah buat tubuh saya yang masih  dalam tahap pemulihan.Papandayan ini luas sekali ya  man teman. Walaupunn gunung ini gunung untuk pemula, tetapi jika ingin dijalani semua mungkin butuh waktu seminggu lebih ya.

Perjalanan pertama dimulai dengan melewati Kawah. Unutk jalur Papandayan sendiri menurut saya  tidak terlalu berat. Cukup ringan lah untuk bisa disebut naik santai. Tetapi cuacanya buat badan saya  keder. Malam digin sekali , tetapi begitu melewati kawah panas sekali.Panas dan dingin buat badan saya keder . Tapi so far baik-baik saja.

Di Papandayan banyak sumber air. warung-warung juga sduah  banyak hehe. Buat para pecinta gunung sepi , gunung ini tidak recomended. Tapi tetap recomendedlah. Abaikan saja keramaiannya. Cari tempat sepinya.

Kita nge camp di area Pondok Saladah.Tetapi tidak di tempat terbukanya, agak masuk ke hutan dikit. Kalau ada yang  mau tektok,sangat bisa. :). Setelah tenda berdiri ya agenda selanjutnyan males-malesan di tenda. Hari masih panjang haha. Menjelang sore saya jalan-jalan keliling keliling pndok saladah dan sekitar hutan mati.

pagi harinya  jam 05 kurang 15 menit , kita bergerak ke Hutan mati . Mau lihat Sunrise. Favorit saya adalah melihat matahari mulai menyembul keluar. Saya selalu suka dengan Sunrise. Walapun kata orang sunrise itu ya seperti-seprti itu saja, tetap saja saya saya selalu suka.

 

Selesai dengan si sunrise , kita mulai bergerak ke tegal alun.

Setelah puas main-main di tegal alun pulang deh. Hm..masih ada tegal panjang yang  pengen dijalani :).

Itu saja ya dulu cerita dari Papandayan . Sampai bertemu dalam cerita yang lain.O ya, walau terknya tidak panjang, karena jalannya bebatuan, baiknya pakai sepatu ya, jangan pakai sendal. kasian kakinya. 🙂

Selamat bermain temans,

Salam

Vince Hutagalung

P1210415